♥ Neng Fiiefieen ♥

PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Tuesday, 28 January 2014

[ Sinopsis ] Emergency couple Episode 2 - Part 1



Oke,untuk sementara lupakan si copaser.
Jin Hee sedang berjalan di sebuah hutan. Ia menemukan sesuatu.
Baginya,cinta adalah…
Jin Hee menemukan sebuah kotak yang berisi benda-benda yang berhubungan dengan masa lalunya. Wajah Jin Hee berubah dan membakar semua benda itu. kenangan yang harus dibakar habis.
Sinopsis Emergency Couple Episode 2 part 2
Air  mengalir membasahi tubuh Jin Hee. Berharap mimpi buruknya hanyut terbawa air. Jin Hee membuka matanya dan mencoba mengingat semuanya. Ternyata itu semua bukan mimpi tapi kenyataan pahit yang harus ia rasakan.bahkan lebih pahit dari mimpi buruknya.
Beralih ke Chang Min dengan wajah kusutnya *tapi tetap cute*. Ia juga tak percaya dengan apa yang menimpa dirinya. Pertemuan kembali dengan mantan istri. Walau ini semua tidak masuk akal,ia berharap itu semua hanya mimpi. Chang Min mencubit pipinya dan menampar pipinya sendiri,berharap ia terbangun dari mimpi. Tapi Chang Min merasa kesakitan dan ia yakin jika pertemuannya dengan Jin Hee bukan mimpi.
Ah Reum berada di ruang ganti dan melihat gaun yang dipakai Jin Hee tergeletak di kursi. Ia mengambil gaun itu dan tercium aroma yang tak segar dari gaun itu.
Jin Hee selesai membersihkan badannya. Ia langsung mengambil gaunnya dari tangan Ah Reum. Ah Reum komentar gaya pakaian Jin Hee sangat unik. Jin Hee tetap cuek. Jin Hee membuka lokernya dan jas dokternya tergantung di loker itu. Bahkan namanya terukir di jas itu & ID Card miliknya juga sudah melengkapi. matanya berbinar menatap jas itu. Jas yang selama ini ia impikan,akhirnya ia bisa mengenakan jas dokter itu.
Jin Hee tersadar jika ia tidak ada baju ganti untuk dikenakannya di hari pertamanya magang di UGD. Ia menoleh Ah Reum dan melihat bentuk tubuh Ah Reum yang sangat ideal bagi kaum lelaki. 

 “apa yang kau lihat? Apa kau tukang intip?” tanya Ah Reum saat tahu Jin Hee menatap dirinya. Ah Reum juga berkata kau lahir dengan bentuk yang biasa,tapi dengan sedikit usaha bisa jadi lebih seksi.
Jin Hee mengerti jika Ah Reum sudah berusaha keras untuk mendapatkan tubuh yang ideal.lalu ia memberanikan diri untuk bertanya,apa Ah Reum membawa baju lebih?
Jin Hee keluar dari ruang ganti. Lengkap dengan baju pinjaman dari Ah Reum dan juga jas dokternya. Jin Hee menggerutu “dunia begitu kejam untukku…aku akan gila!! Seharusnya ini paling bersejarah bagiku”. Ia sangat tak menginginkan pertemuan kembalinya dengan Chang Min.
Young Ae memanggil Jin Hee dan memberitahu Jin Hee jika Dr. Gook ingin bertemu. Jin Hee menghela nafas,berharap tidak ada sesuatu yang lebih buruk menimpanya.
Dr. Gook mengetuk-ngetuk pulpennya di meja. Membuat Jin Hee yang satu ruangannya dengannya cemas. Tapi setelah pulpen yang ia bawa terjatuh, Dr. Gook memulainya. “menjelang hari pertamamu magang,kau minum banyak alcohol,lalu kau pingsan,hingga dibawa ke UGD. Dan sekarang kau tidak ingat itu?”

Jin Hee diam dan tak sanggup menatap Dr. Gook di depannya. Dr. Gook melanjutkan,apa Jin Hee tak punya otak? Ia sudah berusaha keras menyelamatkan Jin Hee,tapi malah Jin Hee memuntahkan minuman yang diminum kepadanya. Tidak hanya itu bahkan Jin hee menamparnya. Dan apa sekarang Jin Hee tidak mengingat semua kejadian itu?
Jin Hee minta maaf. Dr. Gook menanyakan alasan Jin Hee ingin jadi dokter. Jin Hee belum menjawabnya dan ada salah satu dokter yang masuk ke ruangan Dr. Gook dan melaporkan kondisi pasien. Dokter itu bertanya,bagaimana tindakan kita terhadap si pasien?
Kenapa? Dokter itu memberitahu jika pasien mengeluh nyeri di panggul. Dan menurutnya penyakit pasien mengarah ke PRP (Penyakit Radang Panggul) dan si pasien juga punya riwayat infeksi.
Dr. Gook langsung bertanya pada Jin Hee,yang sedari tadi Jin Hee mendengar dengan cermat laporan dokter itu. “lalu tes apa saja  yang perlu dilakukan?”
Jin Hee tak sadar jika dr. Gook bertanya padanya. Jin Hee terkejut saat Dr. Gook menegurnya “tes untuk mengetahui STIs (bakteri).tes kehamilan,biopsy endometrium….” Jin Hee mencoba mengingatnya “klamidia…USG Panggul”
“terlalu cepat untuk melakukan USG panggul,kau tahu itu?” sahut dr. Gook pada temannya itu. dokter itu mengerti,tindakan apa yang diperlukan si pasien.
Dr. Gook kesal dan langsung bertanya alasan Jin Hee menjadi dokter. Bahkan suara Dr, Gook meninggi. Jin Hee menjawab dengan terbata-bata, ia ragu untuk menjawabnya. Dr. Gook berkomentar,apa Jin Hee juga lupa dengan alasannya sebagai dokter? Jin Hee bahkan tidak punya motivasi untuk menjadi seorang dokter?
  Apa Jin Hee ingin melayani pasien dengan sikap dan pola pikir seperti ini?. Dr. Gook juga meremehkan Jin Hee yang hanya bisa mentransfer darah pasien dan mencuci piring saja tidak bisa. Jadi berhentilah sekarang!
Jin Hee terkejut. Dr. Gook mengulang perintahnya lagi,aku bilang berhentilah!
Dokter yang masih di ruangan itu langsung pamit saat tahu Dr. Gook dalam kondisi tak mood.Jin Hee ingin membela diri. Tapi Dr. Gook menyahut “aku bilang berhenti sekarang juga dan keluar dari sini!”
Mata Jin Hee sudah berkaca-kaca. Chang Min melihat teman-temannya sedang menguping di ruang Dr. Gook. Chang Min penasaran dan menghampiri mereka,kalian sedang apa?
Young Gyu menjawab sepertinya wanita tua itu (Jin Hee) akan dikeluarkan dari sini. Anggota tim lain juga berharap demikian agar tim mereka tidak gagal karena wanita itu. Young Ae penasaran dengan umur Jin Hee. Secara reflek Chang Min menjawab,Jin Hee berusia 33 tahun dan lahir di tahun anjing.
Anggotanya langsung menoleh Chang Min penuh curiga. Chang Min tersadar dan langsung membuat alasan jika ia melihatnya di data dalam dokumen. Ah Reum juga penasaran apa Jin Hee masih lajang?
“siapa yang mau dengan gadis tolol seperti dia? Yang mendapatkannya pasti sakit kepala dibuatnya” jawab Sang Hyuk. Dan benar saja. Chang Min merasa tersindir dan merasakan sakit kepala mendengarnya.,hahaha
Bisakah kau keluar sekarang!! Teriakan Dr. Gook terdengar oleh tim 4 yang menguping termasuk Chang Min. Chang Min juga reflek ikut menguping. Ah Reum memperhatikannya. Dengan sok berwibawa,Chang Min menasehati rekan-rekannya untuk tidak menguping dan mengajak mereka belajar panduan UGD.
Tapi setelah rekan-rekannya pergi,Chang Min malah melanjutkan untuk menguping. Bahkan ia berani mengintip Jin Hee di dalam ruangan Dr. Gook. Ia juga melihat saat Jin Hee berlutut dan memohon pada Dr. Gook.
Jin Hee menahan tangisnya,ia memohon pada Dr. Gook untuk memaafkannya kali ini. ia tidak bisa berhenti sekarang. Karena ia butuh perjuangan untuk sampai ke posisi ini. bahkan lulus ujian magang saja sangat sulit.
 Dr. Gook berkata orang sepertimu tidak akan berhasil. Seorang sepertimu tidak cocok,tidak berbakat dan tak punya sikap untuk jadi dokter. Bahkan kau ikut ujian 3 kali dan baru bisa lulus. Tapi kau tak bisa melakukannya disini,jadi berhentilah sekarang.kau mungkin sangat marah padaku,tapi nanti pasti kau sangat berterima kasih padaku.aku bilang,kau keluar sekarang!!!
Jin Hee sudah tak bisa menahan tangisnya. Chang Min dibalik pintu memilih pergi,sepertinya ia tak tega melihat Jin Hee di usir.
Jin Hee masih berlutut.ia memberanikan diri untuk angkat bicara.apa karena ia tidak lulus dari sekolah yang ternama? Nilainya memang tidak bagus dan juga ia sudah berumur. Saat orang lain belajar selama enam tahun.ia hanya menempuhnya selama 4 tahun. apa ia benar-benar tidak cocok,tidak berbakat dan tak punya sikap menjadi dokter?
“bukan begitu maksudku,aku tidak bilang seperti itu” Dr. Gook merasa bersalah
Tapi Jin Hee tetap merasa sekolah dan usia tidak menjadi masalah. Ia memang tidak muda lagi tapi ia rasa bisa melakukannya dan mampu. Walaupun akan sedikit sulit,walau dari sini akan sulit,tapi ia yakin bisa melakukannya. Ia tidak boleh menyerah sampai disini. Ia sudah 6 tahun menjadi seorang mahasiswi dan sekarang ia akhirnya bisa menemukan tujuan hidupnya. Ia lulus ujian magang di RS ini dengan jujur dan adil. Jika memang dr. Gook tak ingin melihatnya,silahkan. Tapi dengan prosedur yang tepat untuk menghentikannya. Tapi ia tetap akan ikut ujiang magang di RS ini lagi.jika ia gagal,ia akan terus mengulangnya lagi sampai lulus.
Dr. Gook tersentuh dengan perkataan Jin Hee. Ia meminta Jin Hee untuk berdiri. Jin Hee langsung berdiri tapi kakinya keram sehingga ia jatuh dan tak sengaja menarik celana Dr. Gook. Hahaha *koplak*
Dr. Gook langsung memegangi celananya agar tidak terancam melorot. Jin Hee meminta maaf dan pelan-pelan ia berdiri. Dr. Gook pura-pura kesal “apa kau tahu julukan untuk orang bodoh sepertimu? Kepala batu,kau dengar?”
Jin Hee mengerti. Dr. Gook mengancam Jin Hee,jika Jin Hee mengulang hal semacam ini lagi,maka Jin Hee akan dipecat.  Bahkan Dr. Gook menggerakkan tangannya dengan gerakan potong leher,tanda DIPECAT.
Jin Hee mengangguk mengerti dengan kelegaan. *bahkan lihat Dr. Gook marah,bukannya menyeramkan tapi terlihat lucu,haha
Tim 4 mendengarkan cerita dari perawat tentang Jin Hee yang mabuk dan muntah di tangan Dr. Gook,Jin Hee yang berhasil diselamatkan Dr. Gook, sampai dr. Gook ditampar Jin Hee saat Jin Hee tak sadarkan diri.
Chang Min hanya menggeleng tak percaya yang ia dengar. Tak lama Jin Hee datang dan sang hyuk memberi isyarat,tim 4 dan perawat langsung membubarkan diri dan berpencar.
Chang Min mendekati Jin Hee dan dengan suara yang sangat pelan,ia mengajak Jin Hee untuk bicara. Jin Hee cuek. Chang Min mengejek Jin Hee,mari kita bicara,dasar wanita tua!
Jin Hee berbalik dan pura-pura tak mengenal Chang Min,siapa kau?
Chang Min kesal dan akhirnya menyeret Jin Hee bicara. Ia mencari tempat agar tak ada yang tahu tentang mereka.
Kembali terjadi pertengkaran antara mantan suami-istri. Chang Min bertanya,kenapa dan bagaimana Jin Hee bisa ada di RS ini?. Jin Hee tak mau kalah,bukannya Chang Min yang seharusnya tinggal di luar negeri,tempatnya sekolah dulu. Kenapa Chang Min ada di sini?
Chang Min menjawab tentu saja karena ia dokter. Jin hee juga menjawab dengan jawaban yang sama,karena ia juga dokter. Chang Min tertawa geli,hanya karena Jin Hee memakai jas dokter,bisa jadi dokter. Bahkan Chang Min tak menyangka Jin Hee bisa sampai sejauh ini dengan kemampuan otak yang dimilik Jin Hee. Tapi Jin Hee tidak akan berhasil dan tak kan bisa melaluinya.
Jin Hee kesal,memangnya siapa Chang Min yang menyuruhnya berhenti. Chang Min mengerti,itu artinya Jin Hee tetap berada di RS. Jin Hee mengiyakan.
“tapi aku juga disini” ujar Chang Min. Jin Hee tidak peduli dan baginya itu tidak penting. Chang Min menebak alasan Jin Hee tetap bertahan di RS ini. pertama,apa Jin Hee masih punya perasaan terhadapnya? Dan kedua,apakah ini rencana balas dendam Jin Hee padanya? Atau ketiga,hanya kebetulan saja?
“aku juga membenci ini! aku tidak bisa percaya ini!ini mengerikan!” Jin Hee ikut kesal.Chang Min meminta Jin Hee pergi dari RS. Jin hee heran,kenapa harus dirinya? Jika Chang Min sangat membenci ini,harusnya Chang Min yang pergi.
Chang Min mengingatkan Jin Hee,bukankan Jin Hee yang bilang jangan saling bertemu satu sama lain. Di RS ini,tidak hanya sehari atau sebulan melainkan setahun mereka harus bertemu. Dan juga harus menjalani magang bersama selama 3 bulan di ruang UGD.
Jin Hee berkata ia bisa melakukannya.Chang Min menyahut,tidak mungkin!. Jin Hee tetap pada pendiriannya,ia bisa melakukannya. Chang Min meledek Jin Hee,memasak saja tidak bisa apa mungkin bisa memegang pisau bedah?
Tidak cukup,Chang Min juga mengolok Jin Hee yang keluar dari pekerjaannya. Membuat ramen selalu gosong,mencuci piring selalu pecah. Jadi bagaimana mungkin Jin hee bisa jadi dokter?
Jin Hee membentak Chang Min. hentikan!!!. Chang Min dan Jin hee mendapat pesan,mereka langsung bergegas pergi dan menghentikan pertengkaran mereka.
Tim 4 langsung berlarian menuju pasien yang datang. Jin Hee menghentikan langkahnya tepat di depan ruang UGD. Ia baru tersadar jika tempat magangnya adalah ruangan kecil yang benar-benar seperti di neraka. Ruangan yang penuh dengan kesigapan dari perawat dan dokter. Dan selama 3 bulan,ia harus menjalaninya di UGD.
Young Ae menjemput Jin Hee dan membuyarkan lamunannya. Seorang pasien sudah dipindahkan ke ruang UGD. Tim 4 hanya memperhatikan para perawat memberikan tindakan pertama pada si pasien. Salah seorang dokter menegur mereka,janga hanya berdiri saja. Bawa itu kesini!
Chang Min langsung tanggap dan mengambil peralatan yang diminta. Chang Min juga ikut memasang perlatan medis ke tubuh pasien. Dokter meminta seseorang untuk mengambil sampel darah si pasien. Sang Hyuk dan Young Gyu saling pandang. Jin Hee langsung menawarkan diri untuk melakukannya.
Jin Hee mengambil alat suntik dan mendekati pasien. Dr. Gook tiba. Jin hee masih meraba-raba lengan pasien untuk mencari titik yang tepat untuk ia suntikkan. Jin Hee nampak kebingungan. Dr. Gook langsung menegur tim 4 lainnya,apa kalian disini study tour? Ia langsung membagi tugas tim 4. Dr. Gook melirik Jin Hee yang masih kebingungan.

Jin Hee terkejut saat tatapannya terpaut dengan tatapan dr. Gook. Dr. Gook memperhatikan Jin Hee yang masih mencari titik yang tepat. Jin Hee yakin dengan titik yang ia temukan dan langsung menyuntiknya. Chang Min memperhatikannya dengan cemas.
Setelah Jin Hee berasil mendapat sampel darah,dr. Gook meminta Chang Min membawanya ke lab untuk melakukan tes darah. Jin Hee langsung memberikan sampel darah pada Chang Min.
Chang Min masih menunggu hasil tes darah keluar. Dari arah kiri,ia melihat Jin Hee berjalan menuju sebuah tempat. Chang Min tak peduli,ia menoleh ke arah lain. Betapa terkejutnya saat melihat ibunya datang ke RS. Ia sadar,jika membiarkan mereka,maka mereka akan bertemu satu sama lain. Chang Min kebingungan untuk menghalangi dan  menyelamatkan siapa agar mantan mertua dan mantan menantu tak saling bertemu.
 
 Akhirnya,Chang Min memilih berlari kea rah Jin Heed an langsung mendorong paksa Jin Hee untuk bersembunyi ke sebuah ruangan. Tak lupa,Chang Min membungkam mulut Jin Hee agar tak terdengar dari luar.
Chang Min mengecek ibunya di luar dan ternyata masih ada. Jin Hee kesal dan mengomel pada Chang Min. apa yang kau lakukan? Bagaimana jika seorang melihat kita?
Chang Min meminta Jin Hee diam. Chang Min merasa tangannya kena air. Air apa ini?
Jin Hee menunjukkan bungkusan yang ia bawa,ini urine. Ia diperintahkan untuk membuangnya. Chang Min mendapat telepon dari ibunya. Chang Min meminta Jin Hee diam. Jin Hee meronta karena ia tak tahu apa-apa.
“kita kan harusnya bertemu mala mini? Mengapa ibu datang ke RS?” tanya Chang Min. Jin Hee langsung mengerti saat Chang Min menyebut ‘ibu’.
“bagaimana kau bisa tahu jika ibu ada di RS?”
Chang Min beralasan ia sempat melihat ibunya. Ia sangat sibuk jadi tidak bisa ditengok. Chang Min langsung mematikan ponselnya.
Jin Hee bertanya mengapa ia harus menghindari ibu Chang Min? ini adalah tempat kerjanya jadi ia tidak perlu menghindari ibu Chang Min. Chang Min menjawab jika ibunya tahu,apa ibunya akan tinggal diam? Chang Min masih bisa bersikap baik pada Jin Hee.jangan muncul lagi di masa depannya dan jangan buat masalah. Jadi Jin Hee hanya perlu berhenti dari RS ini.itu lebih baik daripada ketahuan ibunya lalu dihina dan ditendang diluar.
  Jin Hee kesal lalu menumpahkan urine yang ia bawa pada wajah Chang Min.
“mengapa aku harus melakukannya,hanya karena ibumu?apa kau punya hubungan denganku?ataukah kita diam-diam berkencan?kau dan aku hanyalah oran asing tanpa hubungan apapun” Jin Hee meluapkan kekesalannya dengan mengomeli Chang Min.
Chang Min mengerti. ia dan Jin Hee hanya orang asing. Tapi chang Min tetap meminta Jin Hee untuk berhenti dan jangan merepotkan orang lain.jangan membuat ibunya marah dengan kau berada disekitarnya.
Chang Min keluar dari persembunyiannya. Ia membasuh wajahnya di kamar mandi. Ia menggerutu “dasar wanita gila. Beraninya kau menyiram urine di wajah tampanku”^^. Padahal ia pernah menjadi suaminya tapi mengapa Jin Hee tega melakukan ini.
Ibu Chang Min menelepon anaknya dan bertanya Chang Min ada dimana?. Ibu Chang Min masih belum pulang,di hari pertama magang anaknya,ia hendak bertemu direktur RS tempat magang Chang Min. karena direktur RS ini adalah teman paman Chang Min.
Chang Min melarang ibunya. Ibunya menasehati Chang Min agar tetap tenang walau Chang Min sibuk. Dan ia juga mengingatkan anaknya tentang kencan buta yang ia siapkan untuk Chang Min. Chang Min mengerti.
 Jin Hee kembali ke ruang UGD. Dr. Gook menanyakan hasil test yang belum keluar. Tak lama kemudian Chang Min datang sambil membawa hasil test darah. Ia heran melihat Chang Min dengan wajah yang basah. Chang Min berbohong ia mengantuk dan membasuh wajahnya.
Chang Min melirik kesal kepada Jin Hee. Dr. Gook merasa kepalanya semakin berat saat melihat hasil test darah. Chang Min melirik hasil test darah di tangan dr. Gook. Salah satu dokter memberitahu Jin Hee jika itu hasil test darah vena.
Jin Hee terkejut,ia melakukan kesalahan. Harusnya ia mengambil darah arteri. Dr. Gook juga menegur Chang Min yang tidak mengecek hasil test darah sebelumnya.  Chang Min menjawab ia buru-buru jadi tidak sempat mengecek. Dr. Gook berkata,kau tidak sempat mengecek ini? tapi sempat membasuh muka?
Dr. Gook kesal dan memukul kepala Chang Min dengan kertas hasil test. Chang Min menahan kesalnya. Ini semua karena Jin Hee
 [ Bersambung di episode 2 part 2 ]

15 komentar:

Anonymous said...

Makasih ya admin. Gue sering buka ini blog, cuma biasanya jadi silent reader aja. He he

Anonymous said...

※°˚˚˚°♥мά̲̣̥ќά̲̣̥S̤̥̈̊îh♥°˚. Sinopsisnya,ditunggu kelanjutannya :) Sєє♍ªªªηGªª††.... (ง'̀⌣'́)ง

Anonymous said...

jin hyuk oppa kerennn cakep lg....dtunggu part 2nya....salam kenal ya....

#fie

mira afriani said...

Akhirnya keluar juga ny ep,, gumawo....;)
Tetep semangat yah...,, fighting!!

Anonymous said...

S̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥♍ªªªηGªª†̥†̥̥ ℓã◦°˚ª˚°◦aђ buat part 2 πŶª
.Boucye.

Anonymous said...

Sumpahhhhh...papa gu gokil abissss bakal saingan ma adek kmbrny nieh....
Suka ma rmbutny ala2 mie
Hihi
Smngat kakak
Aris-

viona dwi yulianti said...

Awal nya benci2 lama2 jg cinta lagi hihihi makasih mba fien sinopsis nya moga sehat selalu

Dwi syifa Fauziah ramadhan said...

Itu yang jadi ibunya chang min nyonya jung di drama the heirs yah ?
wahhh ketemu lagi mereka kkk :)

queensha ratunyaaratu said...

Kim won ketemu ƪά̲̣ƍï sm mami tiri nya ooouupss :)

-•--•-τ̲̣̣̥н̲̣̣̣̥a̶̲̥̅̊N̤̥̈̊к̲̣̣̥ ({}) y̶̲̥̅̊O̲̣̣̥u̶̲̥̅̊ -•--•- recaps nya saLam kenaL *bighug*

Anonymous said...

Semangat yah biar lekas publish part 2! \^^/

Cindy Fathia said...

Teh fiiefieen, lanjut atuh part 2 nya. Penasaran walau ceritanya agak mudah ketebak tp ttep bikin keppo.
Fighting!!

Fiie Fieen said...

Maaf..untuk sementara saya belum bs lanjutin krn laptop bermasalah...dan kalian bs baca di blogny mbak lilik di drama populer yaaa

Makasih

Sari Hadrawi said...

hahaha..bener uga anak d ibu tiri ketemu di heirts..faighting mba..

Ully Nurmala said...

ibu tiri jadi ibu kandung heheh, itu ibunya Chang Min tampil di mana aja gayanya nyentrik trus, kaya anak muda wkwk, makasi mba, ditunggu lanjutannya SEMANGAT :D

resti aurora said...

Mksh ya mba.moga cept s3mbuh laptop nya.semangat.

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian