♥ Neng Fiiefieen ♥

PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Sunday, 9 February 2014

[ Sinopsis ] Emergency Couple Episode 5 - Part 1

HBD Oppa, 9 Feb


[ Emergency Couple Episode 3 dan Episode 4 ]
Sebelumnya,Chang Min dan Jin Hee berhasil mengoperasi pasien kanker di dalam lift. Tapi ternyata hidup pasien tak terselamatkan. Dan pihak RS akan memberi teguran pada bagian UGD. Jin Hee merasa terpukul mendengar pasien yang ia tolong meninggal. Dan Chang Min merasa kasihan jika semua kesalahan dilimpahkan pada Jin Hee.
“kau bilang aku yang melakukannya.aku yang melakukan itu pada pasien. Aku akan jadi orang yang bertanggung jawab,jadu berhentilah nampak menderita”
Sinopsis Emergency Couple Episode 5 – Part 1

Ibu Chang Min mengalami overdosis karena bertengkar dengan suaminya dan dilarikan di RS,tempat Chang Min bekerja. 
 Chang Min menemui dr. Gook. ia akan bertanggung jawab soal pasien itu. ia menjelaskan pada Dr.Gook bahwa Jin Hee hanya melakukan apa yang ia perintahkan.
Dr. Gook kesal dan membentak Chang Min. “tanggung jawab? Siapa kau berani bertanggung jawab? Apa kau pikir memiliki pengaruh untuk bertanggung jawab ? tanggung jawab apa yang dimiliki dokter magang?”
Dr. Gook dan partnernya bergegas ke ruang rapat.
Young Ae dan suaminya tergesa-gesa mempersiapkan peralatan medis untuk menangani pasien VIP yaitu Ibu Chang Min. mereka berdua heran dengan pasien VVIP tersebut,kenapa UGD di RS mereka menerima pasien itu dari tempat yang jauh.
Karena terburu-buru,peralatan yang dibawa Young Ae jatuh. Sang Hyuk memunguti peralatan yang dijatuhi istrinya. Young Ae panic dan kesal karena dalam situasi gawat seperti ini,Chang Min tidak ada. Young Ae marah dan menendang sesuatu yang didepannya. Sang Hyuk terbawa suasana dan kesal. ia membentak Young Ae. Young melotot dibentak suaminya.
Sang Hyuk tersadar dan ia hanya diam saja. Dasar suami takut istri. Ia juga mengalihkan pembicaraan,ia juga heran karena Jin  Hee juga tidak terlihat.
Jin Hee membasuh wajahnya agar emosinya mendingin. Ia teringat kata-kata Chang Min.
“Oh Jin Hee,kau bertanya padaku kenapa kita bercerai? Haruskah aku memberitahumu langsung? Seperti kau saat ini,kau tak memiliki logika.setelah kau masuk dalam emosimu,kau tidak mendengar dan melihat apapun. Prioritasmu adalah emosimu. Kau membuat orang lain kesulitan karena emosi murahan itu! pikirkanlah dirimu! Ini RS. Dan ku katakana lagi padamu. Aku yang melakukan itu pada pasien. Aku akan jadi orang yang bertanggung jawab,jadu berhentilah nampak menderita”
Jin Hee semakin prustasi. Young Ae meneleponnya dan memberitahu jika mereka mendapat pasien VIP.
Ibu Chang Min tiba di RS. Dokter magang selain Chang Min bergegas menanganinya. Selain overdosis obat anti kecemasan,Ibu Chang Min mengalami luka di sendi pinggulnya akibat terjatuh di tempat pemancingan dan juga kepalanya terluka. 
Perawat meminta Ah Reum untuk menemukan ahli ortopedi untuk mengecek komponen obat yang dikonsumsi Ibu Chang Min. ia berpapasan dengan Chang Min. ia meminta tolong pada Chang Min untuk membantunya karena pasein VIP tiba di UGD.
Jin Hee langsung menghampiri pasien VIP dan membantu rekan-rekannya. Jin Hee masih belum memperhatikan wajah pasien. Ia bertanya pada Young Gyu,apakah dia pasien overdosis?
Young Gyu membenarkan. Merasa mendengar suara yang taka sing baginya,Ibu Chang Min perlahan membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya. Ia mendapat sosok yang ia kenal. Sosok mantan menantu yang ia benci. Dan ia mengira ia sedang bermimpi karena mengkonsumsi banyak obat.apa aku mati dan ada di neraka?sekarang aku melihat hal-hal lain.
Ibu Chang Min terus memandanginya dan sesaat ia memejamkan matanya berharap ini semua mimpi. Tak lama kemudia ia tersadar kembali bahkan ia membelalakan matanya saat mendengar Young Gyu menyebut nama Chang Min.
Ibu Chang Min semakin yakin,ini semua adalah nyata. Ia terpaut dengan pandangan Jin Hee yang juga sedang mengamati wajah pasien VIP itu. Jin Hee tak kalah kaget saat tahu pasien VIP adalah mantan mertuanya.
Ibu Chang Min mengeluarkan tangannya dan menunjuk kea rah Jin Hee. Jin Hee sudah mulai ketakutan. Ibu Chang Min berusaha mencangkar wajah Jin Hee. Sesaat ia tak sadarkan diri.
Jin Hee menghela nafas lega.
 Chang Min membantu Ah Reum memanggil dokter spesialis. Tapi dokter yang ia cari tidak adak ditempat.
Ah Reum menghampiri Chang Min dan menanyakan keberadaan dokter spesialis yang ia cari. Ah Reum juga mencari Dokter Kim,tapi dr. Kim sedang menangani operasi. Tak ada dokter yang mereka hubungi,karena semua para dokter sedang rapat.
Jin Hee hanya memandangi mantan mertuanya. Perawat dan dokter magang lainnya sedang memasang alat medis. Perawa senior menegur Jin Hee yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan pasien saja. Jin Hee diminta untuk memeriksa kondisi pasien.
Jin Hee terkejut. Dengan tangan gemetaran Jin Hee memeriksa pasien. Rekan-rekannya heran melihat Jin Hee seperti ketakutan. Lalu perawat memerintahkan Sang Hyuk untuk memanggil Dr. shim di ruang rapat.
“tingkat saturasi oksigen menurun menjadi 90” kata perawat. Jin Hee semakin panic
Dr. Gook berada di ruang rapat untuk menjelaskan kondisi pasein yang meninggal akibat ditangani oleh bagian UGD. 
“seperti yang kalian lihat,bahkan dengan operasi tingkat kelangsungan hidup selama 6 bulan hanya 30%.dan juga tidak ada jaminan operasi yang akan sukses. Tapi kami sukses melakukan tracheotomy pada pasien yang terkunci di lift. Dan mengirimnya ke ruang operasi. Jika kami menunggu pintu lift terbuka tanpa melakukan apapun,pasien mungkin akan mati sebelum dia sampai di ruang operasi”
Dr. Gook selesai memberi penjelasan. Salah satu dokter mengajukan pertanyaan. “siapa yang menilai bahwa tracheotomy itu sukses? Mungkinkah itu Dr. Gook yang seorang residen?”
Dr.Gook membenarkan. Tapi menurut Spesialis Seo Young Wook,kerusakan pembuluh darah disekitar saluran bronkus menjadi salah satu penyebab kematian.bagaimana dr. Gook menanggapi pendapat dari seorang spesialis?
Dr. Gook melirik ke dokter spesialis yang menangani pasien tersebut. “tentu saja. Kerusakan pembuluh darah itu mungkin karena operasi dilakukan pada kondisi yang tidak memadai.tapi saat saya melihatnya,tidak ada kerusakan” ujar Dr. Gook
“siapa yang melakukan tracheotomy?”
Dr. Gook terdiam. Sang Hyuk tiba di ruang rapat langsung melapor pada Dr. shim. Lalu Dr. Shim bergegas keluar dari ruang rapat.
 “denyut nadi semakin cepat di 110” ujar Young Gyu
“itu fibrilasi atrium (kondisi tidak normalnya ritme detak jantung?” jawab Jin Hee
Young Gyu dan Jin Hee terkejut. Dr. Shim tiba dan perawat langsung melaporkan yang terjadi pada pasien. Jin Hee bertanya pada perawat,apa dia tidak mengalami pendarahan otak kan?
“dia tidak mengalami kelumpuhan ataupun kejang” kata dr. Shim
“lalu mungkinkah itu TIA (Transient Ischemic Attack = mini stroke)?” tanya Young Gyu
“tapi satu menit terlalu sebentar untuk itu.jika dia kehilangan kesadarannya,pembuluh darah besar dia akan tersumbat.tapi itu hampir tidak mungkin untuk membuka kembali secepat itu” Dr. Shim melihat hasil pemeriksaan pasien lalu ia bertanya,siapa yang mengawasi pasien?
Young Gyu menunjuk Jin Hee. Seharusnya Jin Hee menelepon dan melakukan pemeriksaan. Apa yang sudah Jin Hee lakukan?
Jin Hee melaporkan pemeriksaannya. Pertama,ia melakukan CT scan otak,periksa sendi pinggul dengan sinar X dan mengirimnya ke Ortopedi. Dr. Shim bertanya jadi Jin Hee melihat ini seperti kerusakan tulang yang biasa?
Jin hee terdiam. “kau tidak bisa memikirkan apapun? Kau tidak tahu apa yang harus dilakukan?” tanya Dr. Shim
Jin Hee dengan yakin menjawab. Pasien kehilangan kesadaran dari overdosis pil anti kecemasan atau dia kehilangan kesadaran dari kerusakan otak setelah jatuh? Jadi Jin Hee tak bisa memutuskan.
“Ok. Jadi kau mencurigai syncope juga” kata Dr. Shim. Jin Hee mengiyakan. dr. Shim meminta Jin Hee memberi perintah pada rekan-rekannya apa yang harus mereka lakukan.
Jin Hee menyuruh sang Hyuk untuk mengambil CT Scan dan cek sinar X. Young gyu disuruh cek syncope jantung dan syncope orthostatic. Lalu Jin Hee juga menyuruh perawat untuk hubungi ahli ortopedi.
Di ruang rapat. Dr. Gook dijejali pertanyaan dari sang dokter yang belum puas dengan jawaban dari Dr. gook. apakah benar dokter magang itu terkunci di lift dan melakukannya?
Dr. Gook membenarkan. Para dokter yang menghadiri rapat tak percaya dengan jawaban Dr. Gook. sang dokter juga menambahkan berarti dokter magang yang harus mengurusnya.
Direktur RS menegur sang dokter (Dr. Ahn. Baru inget namanya). Direktur menjelaskan itu dikarenakan situasi dari system rumah sakit yang tidak berfungsi. Dr. Ahn berkata apakah mereka harus percaya dengan kata-kata residen yang mengatakan bahwa operasi yang dilakukan oleh dokter magang sukses?
“sebagai ketua UGD yang bertanggung jawab terhadap dokter magang..” jawab Dr. Gook
Dr. Ahn bertanya siapa dokter magang yang melakukan tracheotomy. Dr. Ahn juga meminta dokter magang yang bersangkutan datang ke ruang rapat. Ia ingin melihat kemampuan dokter magang tersebut. Mereka harus mengetahui jika dokter magang benar-benar melakukannya.
Dr. Gook merasa terpukul. Young ae mencari Jin Hee karena Jin Hee diminta datang ke ruang rapat sekarang. Young Ae juga bertanya apa Jin Hee yang melakukan tracheotomy?
Semua terkejut mengetahui jika Jin Hee yang melakukan tracheotomy. Dr. Shim bertanya apa yang terjadi? Young Ae menjelaskan para dokter di ruang rapat ingin menginterogasi dokter magang yang melakukan tracheotomy. Dr. Shim dan Jin Hee terkejut. Jin Hee ketakutan.
Ah Reum berhasil memanggil dokter spesialis. Ia menjelaskan jika para dokter sedang pergi rapat darurat jadi mereka tidak memiliki dokter spesialis sekarang.
“dokter magang siapa itu yang berani dan mendapatkan gugatan?” tanya sang dokter
Chang Min terkejut mendengarnya. Dokter menjelaskan jika keluarga korban pasien menggugat pihak RS. Ah Reum menyemangati Chang Min untuk tidak khawatir.
Tentu yang Chang Min khawatirkan bukan dirinya melainkan Jin Hee.
Jin hee menuju ruang rapat. Langkah kakinya terasa berat. Dengan perlahan,Jin Hee memberanikan diri untuk membuka ruang rapat. Para dokter yang menunggu kedatangan Jin Hee terus membicarakan kelakun dokter magang. Dr. Gook cemas.
 Jin Hee masuk dan semua mata tertuju padanya. Ia hanya bisa menundukan kepalanya sambil berjalan menuju podium. Dr. Gook tidak tega melihat Jin Hee tapi ia tak bisa berbuat apa untuk menolong Jin Hee. Karena Dr. Gook sendiri terpojokan oleh dokter lainnya.
Tiba-tiba dari pintu depan Chang Min masuk ke ruang rapat dan langsung bergegas menuju podium. Jin Hee semakin cemas begitu juga dengan Dr. Gook.
Chang Min memperkenalkan diri sebagai dokter magang di UGD. 
 
Ah Reum dan dokter spesialis tiba. Ah Reum menghampiri pasien dan menanyakan kondisi pasien pada perawat. Ia terkejut saat melihat wajah pasien. Dr. Shim meminta Ah Reum untuk mengecek keluarga pasien dan menghubungi keluarga pasien. Ah Reun berkata pasien ini adala Ibunya Chang Min. Oh Chang Min.semua tercengang mendengarnya.
“itu adalah keputusan yang diperlukan dalam keadaan mendesak. Saat kondisi pasien memburuk,kita tidak bisa hanya berdiri dan melihatnya saja.jadi aku mengambil pisau bedah dan melakukan tracheotomy.aku tidak tahu banyak tentang operasi yang terjadi setelah itu. tapi akulah dokter magang yang melakukan tracheotomy di dalam lift”
Jin Hee masih berdiri dan mendengar penjelasan Chang Min. ia benar-benar tak percaya Chang Min mengaku bahwa dirinyalah yang melakukannya. Dr. Gook hanya pasrah.
Dr. Ahn bertanya bagaimana Chang Min akan bertanggung jawab untuk situasi ini? apa Chang Min siap untuk melepas jas doktermu?
Chang Min sejenak terdiam lalu ia dengan yakin menjawab jika itu harus,ia bersedia melakukannya. Jin hee semakin terkejut. Dr. Gook bertambah stress dengan kelakukan Chang Min.
Jin hee membuka suara dan mengatakan jika itu tidak benar. Ia mengaku jika ia yang melakukannya. Chang Min melotot.
“Dr. Oh Chang Min didepanku dan memberitahuku apa yang harus kulakukan. Tapi akulah yang memegang pisau bedah.aku yang melakukannya” teriak Jin Hee
Dr. Gook bertambah sakit kepala. Kelakuan 2 orang dokter magang membuat kepalanya akan meledak. Chang Min menghela nafas panjang. hampir saja perang ini usai tapi Jin Hee menggagalkannya.
Komentar :
Semakin rumit. Lama-lama suka dengan Dr. Gook. serius tapi lucu. Haha
Apa yang dilakukan Ibu Chang Min jika tersadar dan mengetahui mantan menantunya bekerja di RS yang sama dengan putranya?
Bagian kedua nanti malam ya^^

9 komentar:

resti aurora said...

Duwh jd ikut deg degan baca nya....ditunggu part selanjut nya ya mba...makasih ^_^

keyzha panda said...

Suka banget drama ini... Sangat sukaaaaa... Makasih sinopsisx... Semangatt untuk part 2 nya yah!

meymey said...

Drama ne complicated bgt, unsur komedi n seriusx campur jd satu, stelah ngakak krn sesuatu yg konyol tiba2 bisa jd sedih atw terharu, mksh y sinopsisx, tetep semangat!!

ucy chy said...

awallanya ragu mw baca coz liat pemeran cwnya ...tapi malahan jadi ketagihan mw mw mw baca lagi,makasih ea di tunggu sinopsisi selanjutnya

Ully Nurmala said...

wuiiih, keren. tapi kok ada yg ngganjel ya mbak, kalo semua dokter di RS pada rapat yaa pasien keteteran dong, hehe hanya sebuah drama

makasih ya mbak, ditunggu lanjutannya, SEMANGAT! :D

Nataza Zulfa said...

wah gimana kelanjutannya

indah mamora said...

Lucu dan makin menegangkan...lain dimulut lain dihati..LOL, gimna seh Choi jin hyuk Oppa....

Fiie Fieen said...

Nah itu dh...di realita ada g ya kaya gt..
Tp wkt ne kan smpet para dokter demo..en pasien jd keteteran
Yaa smg ja ni cm ada d drama

Roiz putri said...

duh knp jadi begini jadi deg2n gmn kelanjutanya.....kenapa mereka kompak saling menyalahkan sendiri tapi resikonya kemungkinan juga fatal.....

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian