♥ Neng Fiiefieen ♥

PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Sunday, 9 February 2014

[ Sinopsis ] Emergency Couple Episode 5 - Part 2

HBD putraku,aku akan menarikan balet untukmu^^


Sinopsis Emergency Couple episode 5 – Part 2
Direktur RS menutup rapat. Direktur membenarkan bahwa dokter magang dari department UGD yang melakukan tracheotomy. Departement UGD akan bertanggung jawab atas gugatan keluarga pasien tanpa melukai perasaan mereka atau teguran lain datang dari RS lain.
 
 Para dokter membubarkan diri. Dr. Gook cemas dengan nasib Chang Min dan Jin Hee. Chang Min dan Jin Hee saling pandang. Pasrah dengan nasib selanjutnya.

Dokter spesialis yang menangani pasien yang menjadi korban berterima kasih pada Dokter Ahn yang bersedia membantunya. Sang Dokter memberitahu dokter Ahn bahwa dari yang ia dengar Chang Min adalah keponakan dari Direktur RS Yoon. Dokter Ahn terkejut. Direktur Yoon terkenal sebagai keluarga dokter dari generasi ke generasi.
Dokter Ahn berkata ia sudah menuduh orang yang salah. Ia meminta kepada si dokter spesialisuntuk memastikan yang melakukan tracheotomy adalah Oh Jin Hee bukan Oh Chang Min.
Oh Chang Min daebak!! Keuntungan punya ibu yang memiliki koneksi banyak dan keluarga yang berpengaruh juga mempengaruhi nasibnya. Dan juga si dokter spesialis ini merasa sakit hati karena Dr. Gook makanya dia meminta bantuan Dr. Ahn.

Chang Min dan Jin Hee berada di ruang kerja dr. Gook. Dr. Gook menatap anak buahnya saling bergantian. ia kesal,dengan pandangannya menatap Jin Hee,Dr. Gook hendak menendang kakik Chang Min tapi untung Chang Min bisa menghindar.
Dr. Gook semakin kesal. “kau menghindarinya?” tanyanya. Lalu Dr. Gook kembali menendang kaki Chang Min. kali ini Chang Min tak menghindar. Ia mengeram kesakitan.
“Hey,Pemalas! (Chang Min) Kepala Batu! (jin Hee). Apa kalian bertekad mengeluarkanku dari RS ini? kenapa kau (Chang Min) membuatnya menjadi lebih buruk?”
Dr. gook memarahi Chang Min datang karena disuruh dan muncul saat Dr. Gook bilang jangan datang. Apa Chang Min pikir kata-kata Dr. gook adalah gurauan? 
 Chang Min dan Jin Hee bersamaan meminta maaf pada Dr. Gook. Dr. Gook kesal dan membeturkan kepala mereka satu sama lain. Dr. Gook berkata sejak kapan kalian menjadi bersahabat,saling membela satu sama lain? Apa kalian pacaran?
Mereka berdua menyangkalnya sambil terus memegangi kepala mereka. Dr. Gook menyuruh jangan melakukan apapun tanpa perintahnya mulai sekarang. Bahkan jangan bernafas. Mengerti?

“iya” jawab mereka berdua dengan menahan nafas mereka. hahaha
Setelah dr. Gook pergi. Jin Hee mengomeli Chang Min. kenapa Chang Min harus mengaku kalau Chang  Min yang melakukannya padahal tidak? Chang Min bersikeras jika dia yang melakukannya.
Jin Hee heran,apa alasan Chang Min melakukannya? Apa Chang Min akan menyalahkannya dan mengutuknya selama sisa hidup setelah ini?
Chang Min menjelaskan kalau Jin Hee sudah salah paham dengan tindakannya tadi di ruang rapat. Apa Jin Hee pikir,ia berada diruang rapat untuk Jin Hee? Apa Jin Hee pikir,ia melakukannya untuk Jin Hee? Tetap saja Chang Min yang melakukannya,karena Jin Hee hanya mengikuti arahannya,jika Jin Hee bukan disebut boneka lalu apa? Apa Jin Hee masih belum mengerti?
“aku memberitahumu sebelumnya. Perang ini hanya akan berakhir jika salah satu dari kita berhenti” ujar Chang Min
“apa kau akan menerima kesalahan dan berhenti?” tanay Jin Hee
“apa aku gila? Berapa kali aku harus katakana padamu? Pasien mati bukan karena kita. Kau masih dokter pemula yang bahkan tidak bisa membuat keputusan.jadi kau harusnya berhenti!”
“jadi…kau benar-benar berpikir melakukannya?” tanya Jin Hee
Chang Min belum menjawabnya tiba-tiba Ah reum datang dan memberitahu Chang Min bahwa Ibunya berada di UGD sekarang. Jin Hee baru teringat,ia sama sekali tak mengingat kondisi Ibu Chang Min. Chang Min bergegas pergi dan diikuti Jin Hee.
Tibanya di ruang UGD. Ibu Chang Min sudah dipindahkan ke ruang VIP. Chang Min bertanya seberapa parah ibunya terluka? Perawat menjawab Jin hee sudah memeriksanya. Chang Min langsung menatap Jin Hee. Seketika Jin Hee bingung lalu ia berkata pasien menderita overdosis benzodiazepine.dan sepertinya pasien mengalami luka pada bagian pinggul dan kepala.
Chang Min kesal dan ia mengomel,kenapa Jin Hee baru memberitahunya sekarang? Chang Min tersadar jika situasi yang dialami Jin Hee tidak memungkinkan untuk memberitahu keadaan ibunya. Chang Min segera menuju ruang VIP.
Perawat senior bertanya pada Ah Reum darimana Ah Reum tahu jika pasien VIP adalah Ibunya Chang Min? Ah Reum bingung menjawabnya. Jin Hee juga penasaran dengn jawaban Ah Reum.
Dr. Gook menemui Direktur RS yang berada di ruang pasien VIP. Banyak dokter yang berada disana dan juga di luar ruangan. Dr. Gook bertanya pada Direktur RS,siapa pasien VIP yang menyebabkan kekacauan di RS? 
 Direktur menjawab si pasien adalah saudara dari Direktur Yoon Seung Gil dari RS Yoon. Dr. Gook heran kenapa si pasien harus datang ke RS ini bukan ke RS Yoon?
“bagaimana aku tahu” bisik Direktur RS
Tiba-tiba Chang Min menyerobot masuk ke ruangan ibunya. Direktur RS dan Dr. Gook tercengang saat tahu pasien VIP adalah Ibu dari dokter magang Oh Chang Min.
Young Gyu baru tahu dari perawat pria bahwa Jin Hee yang melakukan tracheotomy di dalam lift karena perawat pria berada dalam 1 lift dengan kedua dokter magang tersebut. Sang Hyuk memuji keberanian Jin Hee. Young ae bertanya bagaimana nasib Jin Hee selanjutnya? Apa dia dipecat?
 “dipecat adalah kesalahan karena dia menyelamatkan kehidupan pada situasi seperti ini” jawab Ah reum
Young Gyu heran ada ada dengan Ah Reum? Karena yang lainnya berharap Jin hee dipecat. Tapi Young Gyu tidak ingin membahasnya. Ada sesuatu yang menurutnya aneh. Saat mereka memuji Chang Min sebagai ‘tangan Tuhan’,Chang Min tak menolaknya. Seolah memang Chang Min yang melakukannya.
Dan kenapa saat itu Jin Hee tidak mengakui bahwa dirinyalah yang menyelamatkan nyawa pasien dalam lift. Sang Hyuk membenarkan kecurigaan Young Gyu. Young Ae mencoba menjelaskan mungkin saja saat itu mereka terlalu memujinya berlebihan jadi dia tidak ada waktu untuk menjelaskan.
Young Gyu semakin curiga. Jika soal ‘waktu’,betapa beraninya Chang Min bertindak seperti itu di depan Jin Hee. Pasti ada sesuatu misterius antara mereka berdua. Young Gyu selayaknya detektif mencoba membeberkan beberapa fakta yang terjadi antara mereka berdua. Seperti saat Jin Hee melompat dengan alat pacu jantung untuk menyelematkan Chang Min. juga saat Jin Hee melakukan CPR mouth-to-mouth. Terlalu banyak misteri jika itu disebut persahabatan.
Dan juga Young Ae melihat Chang Min masuk ke ruang rapat. Young Gyu mendekatkan wajahnya sambil berbisik ia mencoba menebak hubungan misterius antara Chang Min dan Jin Hee. “Mereka berpura-pura saling membenci di depan kita. Dan menjalin hubungan rahasia cinta mereka diluar”
Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan senior yang melempar buku dengan keras. Residen senior menegur dr. Min Ki,apa ini ruangan untuk mengobrol? 
 Dr. Min Ki tertawa kenapa dia yang harus disalahkan. Residen senior menegur Dr.Min Ki yang melatih dokter magang untuk mengoceh. Bahkan Residen Senior membentak Dr. Min Ki.
Setelah seniornya keluar. Tak terima disalahkan karena ulah dokter magang. Dr. Min Ki juga melampiaskan kekesalannya dengan membentak dokter magang. Para dokter magang langsung keluar berhamburan.
Di ruang ganti. Ah reum melihat Jin Hee. Ia langsung berkata jika bukan Chang Min yang melakukan tracheotomy pada si pasien. Jin Hee sangat berani dalam situasi seperti itu. jika itu terjadi padanya,ia tak yakin bisa melakukannya.
Jin Hee yang sudah dibuat pusing semakin pusing saat mendengar sindiran Ah Reum. Ia menjawab semua orang akan melakukan itu juga jika ada di dalam lift.
“tapi sepertinya kau akan ditegur karena itu” ujar Ah Reum. Bukan  Jin Hee saja yang kesel mendengar ocehan Ah reum. Jika saya jadi Jin Hee,sudah saya acak-acak tuh mulut Ah Reum.
Jin hee sudah tak bisa menahan kesalnya. Ia menutup pintu loker dengan keras. Ia bertanya darimana Ah Reum tahu pasien VIP adalah Ibu Chang Min ?
“ada suatu hal yang terjadi” jawab Ah Reum
“kenapa? Apakah itu sesuatu yang tidak seharusnya aku tahu?” tanya Jin Hee dengan suara tinggi. Ah Reum bertanya apa Jin hee berbicara dengannya dengan suara tinggi? Jin Hee membenarkan. Jin hee menjawab adiknya lebih tua dari Ah Reum. Jadi Jin hee berhak bernada tinggi dengan Ah Reum.
Ah Reum tak percaya. Ia menggerutu apa usia bisa menjadi patokan untuk menyombongkan diri?
Benar-benar hari yang melelahkan bagi Jin Hee.
Chang Min menemani ibunya yang masih belum sadar. Ia keluar ruangan untuk mengambil air minum. Sesaat Chang Min keluar,Jin hee masuk ke ruangan mantan mertuanya dirawat.
Ia tak melihat Chang Min di dalam. Ia masuk dan mendekat ke ranjang Ibu Chang Min. Jin hee menatap Ibu Chang Min yang masih tertidur. Entah apa yang ada di benak Jin Hee,ia menatap lama mantan mertuanya. Tak lama kemudia Chang Min masuk dan melihat Jin Hee ada di dalam menatap ibunya.
Jin Hee mendekati Ibu Chang Min. membuat Chang Min bertanya-tanya apa yang akan Jin Hee lakukan. Ia terus memperhatikannya dari balik pintu. Jin Hee menyelimuti Ibu Chang Min, mematikan lampu, dan merapikan sandal Ibu Chang Min.
Sesaat Chang Min terharu dengan tindakan Jin Hee. Sebelum pergi,Jin Hee menoleh dan menatap Ibu Chang Min. Chang Min bingung mencari tempat untuk sembunyi. Ia pergi ke pojok ruangan dan bukannya duduk tenang di kursi,Chang Min malah berdiri di atas kursi. Hahaha
Jin Hee keluar ruangan dan melihat Chang Min dengan posisi aneh di atas kursi. Wkwkkw. Chang Min langsung mendekati Jin Hee. Chang Min bertanya apa yang Jin Hee lakukan di ruangan ibunya?
Jin Hee menjelaskan pada Chang Min agar tidak terjadi salah paham. Ia hanya ingin melihat keadaan pasien untuk melakukan tindakan selanjutnya. Ia hanya datang sebagai dokter.
Chang Min berkata ia hanya takut Jin Hee melakukan sesuatu pada Ibunya. Jin hee melirik kesal. Jin hee menyangkalnya,itu tak mungkin terjadi.berhentilah bertindak konyol. Jin Hee lalu pergi.
Chang Min melihat ke sekeliling ruangan Ibunya di rawat. Sejenak ia memikirkan tindakan Jin Hee.
Tibanya di rumah,Jin Hee tidak disambut Ibunya. Karena tak ada ibunya dirumah. Ia terkejut saat melihat kamarnya berantakan. Jin Hee histeris dan panic. Ia langsung memeriksa barang-barangnya yang mungkin saja hilang dicuri. 
Ibunya yang baru saja tiba juga terkejut saat melihat kamar Jin Hee berantakan. Jin Hee bertanya apa ibunya tadi mengunci pintu? Ibu Jin hee mengiyakan. Ibu Jin Hee juga panic dan meminta Jin Hee untuk menelepon polisi dan melaporkan ada pencuri yang masuk kedalam rumahnya.
Jin Hee memeriksa barang-barang tapi tak ada satupun barang berharganya hilang. Ia memeriksa kotak cincinya dan ternyat hanya cincinya yang hilang. Jin Hee sudah tahu pelakunya. Ibu Jin Hee bertanya darimana pencuri itu masuk. Jin Hee menjawab dari pintu depan.
Untuk meyakinkan dugaannya,Jin Hee bertanya apa ibunya mengubah kode pintu? Tidak pernah. Ibu Jin Hee tidak pernah mengubahnya. Ibu Jin Hee khawatir jika Jin Ae (adik Jin Hee) datang saat tidak ada orang dirumah.
Dugaan Jin Hee semakin kuat. Jin Ae yang melakukannya.
Ibu Jin Hee bertanya apa benar Jin Ae yang melakukannya? Jin hee membenarkan. Tidak ada orang lain yang hanya mencuri cincinnya saja selain Jin Ae. Ibu bertanya sebenarnya cincin apa yang dicuri Jin Ae?
Jin hee ragu untuk mengatakannya tapi Ibunya mendesak. Cincin itu adalah cincin kawinnya dengan Chang Min dulu. Jin Ae selalu merengek pada Jin Hee untuk menjual cincin itu setiap kali uangnya habis. Ibu bertanya kenapa Jin Hee masih menyimpan cincin itu?
Jin hee bingung mencari alasan. Ia menjawab hanya untuk kenang-kenangan. Bukan karena ada perasaan yang masih tersisa. Ibu Jin Hee tahu Jin Hee hanya mencari alasan. Apa Jin hee masih menyimpannya agar selalu ingat tentang perceraiannya?
Ibu Jin Hee bersyukur jika Jin Ae yang mencurinya. Ia kembali bertanya pada Jin Hee,apa Jin Hee yakin jika Jin Ae yang mencurinya.
“akhir-akhir ini aku sering mendapatkan telepon dari seseorang. Setelah diangkat tak ada jawaban. Jin Ae meneleponku karena kehabisan uang tapi ia tak berani berkata apa-apa”
“benar-benar. Aku hanya memiliki 2 anak perempuan.yang satu adalah janda dan yang satunya pergi dari rumah. Aku tidak tahan seperti ini.aku tidak bisa” Ibu Jin Hee mengeluh
Jin hee heran kenapa Ibunya selalu menyalahkannya? Ia memandang foto Jin Ae sambil berkata aku harus menemukanmu bahkan kalau perlu aku akan melaporkanmu sebagai orang hilang.
Jin hee mengeluh sepanjang hari ini pikirannya sngat kacau. Diruang rapat,pasien VIP selain itu juga dengan adiknya.
Ibu Jin hee menanyakan ada ada dengan pasien VIP? Jin hee tak ingin membahasnya. Pasti pikirannya akan bertambah rumit. Dan tentu ibunya akan syok saat tahu putrinya bertemu kembali dengan mantan mertuanya.
Komentar :
Maaf,episode ini saya buat jadi 3 bagian. Bagian terkahirnya diposting besok malam.
Sebagai wanita tentu susah untuk bisa melupakan masa lalu. Jin Hee masih belum bisa move on dari Chang Min. lihat saja saat Jin Hee cemburu pada Ah Reum.
Jin Hee bukanlah menantu jahat. Terbukti begitu pedulinya ia pada mantan mertuanya. Sejenak Chang Min terharu dengan tindakan Jin Hee. Pria mana yang tidak luluh jika ada seorang wanita sangat memperhatikan dan menghormati ibunya.
Mau tahu reaksi Ibu Chang Min saat tahu Jin Hee yang merawatnya? Lanjut besok ya^^

13 komentar:

Indah Pratiwi said...

karna ini drama yang menarik di tambah lagi yang main song ji hyo wanita terkuat di runnig man aku jadi gak slalu sabar nungguin kelanjutan sinopsisnya,
smngat trus ya cinggu nulisnya ^^

Yuki Millieur said...

Aku suka drama ini... gumawo udah repot repot buat sinopnya... btw ini drama udah tayang berapa episode ya???

Jane Karina said...

nice job eounnie!! keep u'r spirit to write the chapter for us..
Fighting!! V^,^

Melymelymelymely said...

Makasih utk sinopsisnya yaaaah....ditunggu kelanjutannya ;)

LASTERRI SHOE said...

iya mba,jin hee bukan mantu jahat,tapi mertuanya yang jahat....,seneng ddeh melihat mereka yg g mana bgt....,semua terselubung.

mira afriani said...

Semangat neng fifien, gumawo.
Ditunggu part 3 nya

Lia Maulida said...

setuju mbaa jin hee gagal move on nih,sebenernya mereka berdua masih saling cinta cuman yg satu egois yang satu lagi keras kepala
berarti terbukti kalo semua wanita itu ga gampang buat move on setelah berpisah dari pasangannya hehee. ettdaaah malah curhat *abaikan* gumawo mba fifien .

Vera Monica said...

Ditunggu kelanjutannya ya. Semangat mba fifien ;))

resti aurora said...

Semangat mba fifien^_^

Roiz putri said...

yah jadi penasaran gimana tuh nasib cincinya....
jangan lama2 ya mb postingnya Gomawo...

World's Zelin said...

Hwuaa..baru baca epi 1-5 kemarin sma hari ini gara2 bnyk tugas.. *curcol* :D

Fighting onnie..jeongmal gomawo-yo sinopsis nya..lanjut terus.... ^^ :))

yunita sania m said...

biar ga penasaran next yuhuu :)

mala cubby said...

Gumawo mbak

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian