♥ Neng Fiiefieen ♥

PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Tuesday, 2 July 2013

[ Sinopsis ] Monstar Episode 6 ( Part 2 )

Sinopsis Monstar Episode 6 ( part 1 )
Sinopsis Monstar Episode 6 ( part 2 )
 Na Na melihat Seon Woo dan Na Na kencan di cafĂ©. Hal itu yang membuat Na Na sedih. Ia mengutarakan isi hatinya dengan bernyanyi.

Ia bernyanyi dengan beruarai air mata.Dia akhir lagu,ia tak bisa menahan tangisnya.

“siapa dia? Apa kau mau aku melakukan sesuatu padanya?” tanya pria berambut panjang yang mengiringi Na Na bernyanyi
“diam! Jangan coba-coba” bentak Na Na pada pria itu

“pergi bicarakan ini dengan bossku…bukan,maksudku dengan ibumu” kata pria itu
“jangan coba-coba kau beritahu padanya!”

Pria itu mengerti

(hah?!! Ibunya Na Na adalah pemilik bar itu??)
 Dirumah Seon Woo,Seon Woo sedang mempersiapkan alat music untuk latihan mereka. 
Tak mau kalah dengan Seol Chan,Seon Woo juga mempersiapkan hidangan makanan yang lezat.

Seol Chan terus memandangi Seon Woo.
  Eun Ha menyadari tatapan Seon Woo dan Seol Chan. Ia mengira Seol Chan marah karena Na Na tidak datang untuk latihan. “kurasa ia sangat marah karena Na Na tidak datang latihan.kemana dia?”
Se Yi menoleh dan benar Seol Chan dan Seon Woo saling berpandangan dengan tatapan aneh.

Kyu Dong juga mengatakan kalau Na Na tidak mengangkat telepon dari Kyu Dong.
  “teleponnya mati.apakah sesuatu terjadi padanya?” tanya Kyu Dong
Se Yi teringat saat Na Na di jemput beberapa pria baju hitam dan dipaksa masuk ke dalam mobil.
 “ayo kita mulai saat Na Na datang” kata Seon Woo

Lalu Seon Woo mendekati Seol Chan. “ayo kita bicara” ajak Seon woo

Seol Chan mengikuti seon Woo tanpa mengatakan apapun.
Se Yi bingung melihat mereka berdua,sepertinya ia penasaran.
 “alasan aku marah adalah karena kau masih belum berubah,menusuk dari belakang!” kata Seol Chan memulai

“menusuk dari belakang?” tanya Seon Woo tak mengerti

Seol Chan membenarkan. Seon Woo tak pernah memberitahu sesuatu dengan jelas.
Seon Woo mengatakan kalau ia sudah punya waktu yng cukup.

“seharusnya kau memberitahuku bahwa dia adalah perempuan waktu itu!” teriak Seol Chan

“kenapa? Untuk apa aku memberitahumu?” tanya Seon woo
“karena…”

“jika kau memiliki perasaan yang sama,aku pasti akan memberitahumu. Tapi kau bilang bukan begitu ceritanya. Aku pasti akan berbagi cerita dengan teman baikku. Tapi…kita bukan teman”

Seol Chan tak percaya apa yang di dengarnya.



 “apakah kita teman?” tanya Seon Woo

“kenapa aku menjadi temanmu?” teriak Seol Chan

Seon Woo tertegun. “lihat? Lalu kenapa aku harus memberitahumu?”
“kenapa? Kenapa aku harus memberitahumu?” teriak Seon Woo

“karena aku menyukainya juga!” jawab Seol Chan
 Se Yi sembunyi di semak-semak dan menguping mereka. ia tak percaya dengan apa yang di dengarnya.lalu ia bergegas pergi.
 Seol Chan menahan perasaannya dan Seon Woo hanya bisa terdiam saat mendengar pengakuan Seol Chan.

“akhirnya, kebenaran terungkap” ujar Seon woo

Seol Chan sepertinya menyesal apa yang ia katakan.lalu ia pergi.
 Se Yi berlari agar ia tak ketahuan. Lalu ia terdiam saat ingat apa yang ia dengar dari perbincangan Seon Woo dan Seol Chan.
Se Yi juga teringat saat Seol Chan mengatakan kalau ia merasa terganggu karena Seon woo dan itu membuat Seol Chan marah.
Se Yi memegangi pipinya,ia merasa tak percaya apa yang ia dengar.
 Se Yi menghadang Seol Chan. “ada apa?”

“bisakah kita bicara?” tanya Se Yi
“kenapa?” teriak seol Chan sambil mengikuti Se Yi yang jalan di depannya.
 
 “ada apa? Kau mau kemana?” tanya Seol Chan memulai

Se Yi berhenti dan berbalik. Ia minta maaf karena ia tak menyadarinya.

Seol Chan bingung tak mengerti yang dimaksud Se Yi. “apa yang kau bicarakan”

“aku tahu semuanya. Aku mendengar permbicaraanmu” jawab Se Yi
 
 Seol Chan kaget setengah mati.ia mencoba cari alasan tapi ia terdiam saat ia melihat Se Yi menunduk sedih.

“baik. Apa yang harus kulakukan?” tanya Seol Chan pasrah

“perasaanku sudah ada” kata Seol Chan lagi
 Se Yi mengangkat wajahnya dan menatap Seol Chan membuat Seol Chan salah tingkah.
“kenapa kau harus menguping? Kenapa kau masuk ke kepalaku dan tak pernah pergi?” tanya Seol Chan dengan nada tinggi

Se Yi menunduk lagi dan menjawab dengan lirih “tapi… Seon Woo memiliki perasaan yang sama denganmu”
Seol Chan bilang kalau ia tahu dan maka dari itu ia tak menyukai Seon Woo.

“kenapa? Karena apa yang orang-orang katakan?” tanya Se Yi tak mengerti

Apa pentingnya itu? asalkan perasaanmu itu tulus.

Seol Chan mengerti tapi wajahnya terlihat kalau ia ragu dan bingung.
“kau bukan satu-satunya yang kesulitan.cinta bertepuk sebelah tangan Seon Woo yang kau katakan…orang itu adalah kau” ujar Se Yi

Gubrak……..ternyata Se Yi salah paham.wkkw

Seol Chan semakin bingung. “apa?”

Se Yi bilang kalau bukan hanya Seol Chan yang menginginkannya . Seon Woo juga menyukai seol Chan.

“apa yang kau bicarakan?”  teriak Seol Chan yang semakin kesal

Se Yi kaget tak mengerti kenapa Seol Chan seperti kesal.

“Jadi maksudmu Seon Woo dan aku….” Kata Seol Chan terbata-bata dan susah untuk mengatakan

“apa kau tak menyukai Jung Seon Woo?” tanya Se Yi polos

Seol Chan menahan rasa kesalnya.
 Seon Woo kembali ke tempat latihan. Ia mencari Se Yi yang tidak ada di antara Eun Ha dll.

“kau tak melihatnya? Dia mengikutimu dan Seol Chan.dimana Seol Chan?” jawab Eun Ha

Seon Woo kaget mendengarnya dan berlari mencari Se Yi dan Seol Chan.

Eun Ha juga ikut mencari Se Yi dan seon Woo
Kyu Dong merasa tak enak karena hanya dia dan Do Nam saja.

Kyu Dong mengajak Do Nam bicara tapi Do Nam menolak dan ikut mencari Se Yi dan Seol Chan.

Kyu Dong sedih saat ia ditinggal sendiri oleh Do Nam
 “bukan begitu?” tanya Se Yi saat melihat ekspresi Seol Chan

“kalau begitu…siapa yang kau sukai?” tanya Se Yi lagi
“siapapun itu!” teriak Seol Chan kesal lalu ia berbalik pergi tapi ia berhenti dan menahan rasa kesalnya. Ia juga mengepalkan tangannya.
Seon Woo masih mencari Se Yi dan Seol Chan.
 “hey,Min Se Yi.kau kira siapa aku ini?” Seol Chan berbalik dan bertanya pada Se Yi

Lalu Seol Chan mendekati Se Yi dan bilang kalau Se Yi benar-benar…
Ia juga teringat saat Se Yi mengatainya kekanak-kanakan.

“kau benar-benar…”

“maaf,jika aku salah paham” kata Se Yi

“kau kira aku ini bukan siapa-siapa? Tak bisakah kau melihatku sebagai seorang pria?” tanya Seol Chan mendekati Se Yi

Se Yi berjalan mundur saat Seol Chan akan mendekatinya

“jika kau tak bisa melihat dengan matamu.bagaimana jika aku buktikan?” ujar Seol Chan
 Ia menarik Se Yi semakin dekat dan mencengkram lengan Se Yi.

“hey, Yoon Seol Chan”
 “tutup mulutmu. Setiap kau berBicara,aku semakin emosi” perintaH Seol Chan

Se Yi mendelik

Seol Chan membenturkan badan Se Yi ke tembok. Se Yi kesakitan dan berteriak “Yoon Seol…”

Tutup mulutmu!
Eun Ha yang sedang mencari Se Yi dan Seol Chan mendengar suara teriakan Seol Chan.suara apa itu? mereka pasti bertengkar lagi.

Eun Ha bergegas mencari mereka berdua.
 
“lihat aku baik-baik. Lihat apakah aku ini seorang pria,seorang wanita atau anak kecil” ujar Seol Chan yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Se Yi

Perlahan-lahan Seol Chan mencoba mencium Se Yi.
Seon Woo masih kebingungan mencari mereka berdua.
 
Seol Chan masih mencoba mendekati wajahnya yang semakin dekat dengan wajah Se Yi.

Sepertinya Seon woo menemukan mereka berdua.

“kau yang memulainya” ujar Seol Chan
 Jarak wajah mereka hanya 1 cm. Se Yi menutup matanya dengan terengah-engah mengatur nafasnya yang tak menentu.ia sepertinya ketakutan.

Seol Chan melihatnya dan menghentikan niatnya untuk mencium Se Yi.
 “Hey,apa yang harus aku lakukan jika mulutmu terbuka seperti itu?” tanya Seol Chan saat melihat mulut Se Yi terbuka (karena rasa terkejutnya dan hatinya yang tak menentu,mungkin)

Seol Chan tertawa “lupakan! Hey,Nona Mesum. Tutup mulutmu!kau sangat menyukai hal itu,bukan?”
 Seol Chan melepaskan Se Yi lalu ia berbalik pergi. Se Yi masih diam mematung.

Seon woo menghampiri mereka berdua.apa yang kau lakukan disini?

“ada apa dengannya?” tanya Seon Woo saat melihat Se Yi masih diam mematung.
  Lalu Se Yi  tersadar.dan menoleh ke arah Seon woo

Eun Ha juga datang mendekati mereka. “ Se Yi,apa yang kau lakukan disini?”

“apakah kalian bertengkar lagi?” tanya Eun Ha saat melihat ada Seol Chan disana

Eun Ha juga bilang bukankah kalian tidak akan bertengkar lagi mulai hari ini.

Mereka hanya diam.

Seol Chan pergi duluan meninggalkan mereka.
Seon Woo hanya melirik kepergian Seol Chan.

Eun Ha mengiran Seol Chan marah karena Kim Na Na tidak datang.

Seon Woo menatap Se Yi.
 
 Mereka memulai latihan tanpa Na Na.

Suasana merasa canggung. Se Yi memainkan gitarnya dengan terus memandang Seol Chan.
 Seon Woo juga memandangi Se Yi.
Dan Seol Chan sibuk dengan alat musiknya tapi terlihat jika Seol Chan tak konsentrasi.

Se Yi juga terlihat  tak konsentrasi,ia selalu melakukan kesalahan membuat Seol Chan kesal.
 
 Seol Chan mematikan alat musiknya. “hari ini tak bisa. Sampai sini saja kita latihan”

Se Yi mendelik heran. Seon Woo sepertinya sudah tahu akan jadi seperti ini suasananya.
 
 Seol Chan sudah dijemput oleh managernya. Wajahnya benar-benar kesal,ia masuk mobil tanpa mengatakan apapun pada teman-temannya.

Se Yi melamun memandangi kepergian mobil Seol Chan.

Seon Woo menyadarinya.
 Eun Ha heran dengan Se Yi,kenapa ia terdengar sunyi? Apakah pertengkaran antaramu dan Seol Chan begitu serius?
Se Yi menyangkalnya.lalu ia berpamitan pada Seon Woo. Yang lainnya juga berpamitan.kini hanya Seon Woo yang sendiri.

Ia menatap kepergian Se Yi. Ia teringat sebelumnya ia melihat kejadian antara Se Yi dan Seol Chan.
 
 Seon Woo melihat Seol Chan yang berusaha mencium Se Yi. Ia benar-benar sakit melihatnya tapi ia sedikit lega karena Seol Chan tak melakukannya.
 
Saat akan masuk rumah,ia kaget melihat Na Na datang lalu ia mendekati Na Na dan bertanya,Kenapa Na Na telat? Yang lainnya sudah pulang semua.

“kim Na Na,sesuatu terjadi?” tanya Seon Woo lagi karena Na Na tak menjawabnya dan hanya menatap Seon Woo.

“ketua kelas,kau bilang kau hanya percaya apa yang kau lihat.apa yang kau lihat dariku sekarang?” tanya Na Na
 
Seon Woo tak mengatakan apapun lalu Na Na pergi begitu saja. Membuat Seon Woo heran.
Se Yi kepikiran dengan kejadian tadi. Itu membuatnya melamun dalam perjalanan pulang.

“Tak bisakah kau melihatku sebagai seorang pria? ”

“jika kau tak bisa melihat dengan matamu.bagaimana jika aku buktikan?”

Se Yi memegangi dadanya. Mungkin jantungnya berdetak tak karuan. Ia bingung dan heran apa yang terjadi padanya. Se Yi jongkok dan menutup telinganya.
“apa yang harus kulakukan?” gumam Se Yi lalu ia berlari sekencang-kencangnya
 Di dalam mobil,Seol Chan termenung. Manager Hong juga heran dengan kelakuan Seol Chan yang diam seribu bahasa.

“ada apa? Apakah sesuatu terjadi?” tanya Manager Hong

“sepertinya aku bisa gila” jawab Seol Chan dengan suara lirih
 Ia melihat jendela mobilnya. ada bayangan Se Yi. Lalu ia menghapus bayangan Se Yi yang di jendela mobilnya.

“seharusnya aku menghapusnya dulu” ujar Seol Chan
 Na Na sedang menempel gambar-gambar fashion. Ia membuang gunting yang ia pegang karena pikirannya yang tak karuan dan tidak konsentrasi.
Begitu juga dengan Seon Woo. Ia juga tak konsentrasi untuk belajar.
 Se Yi masih gelisah,pikirannya tidak karuan. Ia membuka lacinya dan melihat ada kancing milik Seol Chan. ia memegangnya dan tiba-tiba ia menutup lacinya dan memegangi pipinya.Se Yi menepuk-nepuk pipinya dan berharap itu semua hanya mimpi.
 Seol Chan sedang latihan dance ditemani Manager Hong.
 Saat berangkat sekolah,Seol Chan melihat Se Yi berjalan. Ia menatap Se Yi begitu juga dengan Se Yi,saat mobil itu lewat tak sengaja ia bertatapan dengan Seol Chan. mereka saling pandang.
 Seol Chan melirik spion mobilnya untuk melihat Se Yi.
 

Se Yi berdiri di pintu kelas. Ia ragu untuk masuk ke kelas. Ia melihat Seol Chan yang sudah ada di bangkunya.

Seon Woo yang baru saja tiba heran melihat Se Yi berdiri di pintu.

“apa yang kau lakukan.menghalangi pintu?” tanya Seon Woo

Se Yi kaget dengan kedatangan Seon woo. “maaf”
 Seon Woo menarik tangan Se Yi dan mengantarkan Se Yi duduk di bangkunya.

Seol Chan kaget. Seon Woo juga langsung mendudukan Se Yi di bangkunya. Membuat Se Yi gugup.
 Ada murid perempuan yang melihatnya dan memulai bergosip.para murid itu bergosip jika Seon Woo benar-benar menyukai Se Yi jadi ia ikut bergabung dengan tim seol Chan.mereka juga bergosip kalau Seol Chan juga menyukai Se Yi.

Lalu mereka mengintip Se Yi,Seol Chan dan Seon Woo.

Tiba-tiba Na Na datang dan menghalangi pandangan mereka. mereka langsung menjauh saat melihat Na Na.
 Se Yi terlihat gugup,ia tak berani memandang Seol Chan.

“lupakan. Aku hanya bercanda” kata Seol Chan memulai

Se Yi terdiam

Seol Chan juga mengatakan apakah Se Yi tidak ingat awal pertemuan mereka?

Se Yi mendelik ke Seol Chan

“saat itu aku hanya bercanda.lelucon semacam itu adalah keahlianku” ujar Seol Chan lagi
 “apakah aku mengatakan sesuatu? Bagaimana bisa kau menjelaskan seperti itu saat aku bahkan tak memintamu.menjijikkan sekali” kata Se Yi dengan kesal

“menjijikkan?”

“aku tak peduli. Jangan pernah lakukan itu lagi”

Lalu Se Yi mengatakan bukankah Seol Chan harusnya minta maaf  jika melakukan lelucon semacam itu?

“apa? Lelucon semacam itu?”

“kalau begitu.apakah kau berharap aku menyukainya?”

“kau mungkin tak menyukainya. Tapi itu tak perlu membuatmu marah”

Se Yi membanting tasnya dan keluar kelas.

Seon Woo memperhatikannya. Dan Seol Chan mengejar se Yi.

Na Na juga menatap Seon Woo yang terlihat khawatir.
 Seol Chan mengejar Se Yi dan mengatakan apakah benar jika Se Yi tak menyukainya meski sedikit saja?

“apa kau bodoh?”

Seol Chan menjelaskan kalau ia seorang idola.jika seseorang idola seperti aku datang padamu,bukankah seharusnya kau berdebar-debar?

Se Yi masih terus berjalan dan Seol Chan masih membuntutinya.

Seol Chan berkata kalau ia sedang menguji pasar. Jika kau benar-benar tak merasakan apapun,aku harus memikirkan ulang pesonaku.Hey,Min Se Yi.
 Seol Chan menarik tangan Se Yi.

“sudah kubilang jangan bercanda lagi” bentak Se Yi kesal.
Lalu Se Yi berlari. Seol Chan terus memanngilnya tapi saat akan mengejar Se Yi,seol Chan diburu para fans yang minta tanda tangan.

“Hey,aku sedang tidak….” Suara Seol Chan tak terdengar karena para fans sedang berteriak histeris.

Se Yi menoleh tapi sepertinya ia tak mendengar apa yang dikatakan Seol Chan.
Se Yi hanya menatap Seol Chan yang kesulitan karena para fansnya.

Seon Woo berjalan diantara Seol Chan dan para fansnya. Seon Woo berjalan ke arah Se Yi.
 “apa yang kau lakukan? Kelas akan segera mulai” ajak Seon Woo

Seol Chan hanya bisa memandangi dari jauh kepergian Se Yi dan Seon Woo.

 Saat pelajaran olahraga. Murid pria sedang bertanding basket. Seol Chan dan Seon Woo saling berebut bola. Mereka berkelahi dan saling menjatuhkan.
 Se Yi melihat mereka dengan heran.

“ada apa dengan mereka?” kata Eun Ha heran

Guru Choi melerai mereka berdua dan menyuruh mereka keluar.

 Mereka berdua mencuci wajah mereka.

“ada apa? Kenapa kau tiba-tiba meledak?” tanya Seol Chan heran

Karena Seon Woo tak pernah seperti ini. Seon woo selalu paling hebat dalam urusan kesabaran.

Seon Woo tak menjawabnya.

Seol Chan bertanya lagi apakah Seon Woo terburu-buru karena Seol Chan telah mengekspresikan perasaannya?
  Seon Woo menyangkalnya dan berkata,apakah Seol Chan bisa menyaingi dirinya?

“apa/”
Seon Woo meminta Seol Chan menolak para fansnya dan memegang tangan Se Yi?

Seol Chan bingung dan menatap para fansnya.

“pikirkan itu dulu. Sebelum kau melakukan sesuatu” ujar Seon woo
 
 Di dalam kelas. Seol Chan terus saja mengamati Seon Woo.
Se Yi melirik Seol Chan.Na Na menatap Se Yi dan Do Nam juga melirik ke arah Na Na.
Eun Ha menoleh ke arah Seol Chan dan melirik ke arah Seon woo.Eun Ha penasaran dengan apa yang terjadi antara Seon Woo dan Seol Chan.
 Eun Ha kesal karena timnya mulai menjauh gara-gara Na Na. Se YI terkejut mendengarnya. 

Eun Ha masih mengira ini semua karena Na Na.
Se Yi akan membuang sampah. Ada beberapa murid perempuan yang sedang membersihkan toilet melihat Se Yi. Mereka punya niat jahat untuk menjahili Se Yi.
Se Yi masih memikirkan perkataan Seol Chan yang memintanya untuk melupakan kejadian itu karena Seol Chan hanya bercanda.

“hanya bercanda? Dia menyuruhku melupakannya setelah dia menakutiku? Dan dia ingin aku langsung melupakannya” gumam Se Yi
Para murid yang akan menjahili Se Yi membuntuti se Yi dengan membawa ember yang berisi air kotor. Na Na melihatnya.

Na Na mengikuti mereka.

Se Yi berjalan dengan melamun.
Saat para muri itu akan menyiram Se Yi dengan air yang mereka bawa,Na Na memanggil Se Yi.
Se Yi menoleh dan spontan air yang mereka bawa mengenai tubuh mereka.
Se Yi bingung melihatnya.para murid itu marah dan menoleh dan ternyata ada Na Na yang mengawasi mereka. para murid itu ketakutan dan berlari.

Se Yi menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya tapi tak ada siapapun.
Adam sedang melihat-lihat situasi ruang bawah tanahnya.ia mendekati dan menyentuh piano tuanya.ia melihat pot bunga.ia tersenyum saat melihat ada bunga yang mekar.”kau berhasil mekar,entah bagaimana caranya?”
Ia mendengar ada yang datang.ternyata Kyu Dong yang lebih awal datang.
Dan tiba-tiba Do Nam datang,ia kaget karena ada Kyu Dong dan adam yang ada disana.

Do Nam bertanya pada adam,apakah ia punya pengisi baterai?

Kyu Dong yang menjawab dan mengatakan kalau ia punya.Tapi Do Nam tak mau mendengarkan dan pergi begitu saja.membuat Kyu Dong sedih. Adam memperhatikan Kyu Dong.

“dia melakukan itu dengan sengaja. Dan aku layak mendapatkan. Ini bukan salahnya” ujar Kyu Dong
Adam menoleh dan menjawab kalau keras kepala bukanlah cara terbaik.

“keras kepala?” tanya Kyu Dong tak mengerti

“apa kau ingin menjadi teman yang baik?” tanya Adam

Jika kau melindunginya dengan keras kepala. Apa itu membuatmu menjadi teman baik?

Lalu Adam pergi dan Kyu Dong masih memikirkan maksud dari perkataan Adam.

Seol Chan dan Adam berpapasan.
“Paman,aku tak tahu tentangmu. Tapi paling tidak aku tak memanggil orang lain dengan sebutan sampah. Bahkan pada orang sepertimu yang tidak berkonstribusi pada masyarakat.orangtuaku menyuruhku menjadi orang yang berkonstribusi pada masyarakat.jadi aku  berusaha sekeras mungkin dengan apa yang kumiliki.apa kau tahu apa yang orang-orang katakan padaku?”

Adam menatap Seol Chan

“mereka berterima kasih karena aku terlahir” ujar Seol Chan menahan air matanya.
Tiba-tiba Se Yi datang membuat mereka menyelesaikan perbincangan mereka.
Mereka sedang latihan. Seol chan meneriaki Se Yi. Suasana terlihat tak mendukung. Mereka dalam suasana menegangkan dan tak ada harmoni di antara mereka.

Malam semakin larut. Tapi mereka tak ada semangat untuk latihan. Seon Woo berusaha mencairkan suasana tapi gagal.

Do Nam dan Eun Ha saling berdebat. Itu membuat Seol Chan kesal.

“ini tak ada harapan” kata Seol Chan putus asa. Ia keluar untuk mencari angin.
Se Yi menatap Seol Chan yang berada di luar.

Eun Ha juga meneriaki Na Na agar Na Na bisa di ajak kerja sama. Ia juga sadar kalau Se Yi terus menatap Seol Chan.
Eun Ha meminta Seon Woo mencairkan suasana dengan menyanyikan lagu cinta yang manis.
Seon Woo mengiyakan dan mulai memainkan gitarnya.

Eun Ha menggeserkan kursi Se Yi agar Se Yi hanya menatap Seon woo.

Na Na melirik Seon Woo.
Seon Woo menyanyikan dengan tersenyum pada Se Yi. Begitu juga dengan Se Yi. Ia tersenyum mendengar lagu dari Seon Woo.

Seol Chan melirik Se Yi dari luar.
Adam juga mengintip Seol Chan dkk dari jendela kamarnya.

Lalu Seol Chan masuk ke dalam.ia merasa hatinya sakit.
Na Na juga merasa nafasnya sesak saat melihat Seon Woo bernyanyi dengan memandang Se Yi.

8 komentar:

ardhia marliana said...

eoni di tunggu kelanjutannya....
makin penasaran nihh :D

salam kenal ya :)

Neng Fiiefieen said...

salam kenal juga ^^

maaf yaa,untuk picture telat di upload

Anonymous said...

Ditunggu klanjutan x fighting

devi said...

haii.. tau ngga apa judul lagu yg dinyanyikan si ye stelah kejadian hmpir dicium sama seol chan?

Anonymous said...

Waaaah..semakin penasaran, aq dah nonton yg ep 7,kira-kira sapa yg menang,dan hub seolchan dan sunwoo bner2 bkin pnasaran..meski udah nonton yg ep7,tp aq tetap menantikan kelanjutan sinopsisnya..fighting unnie..

Resy Aresta said...

Wahh.. Aku bener2 suka ma karakter Seol Chan, lucu, gemesin Aku menantikan kelanjutan nya eoni mpe selesai.. :)

Laela Ayu said...

aduhh ribet banget ya, mereka semua kaya terhubung satu sama lain tapi belom ada yang sadar

riska dila sari said...

aku lebih suka baca sinopsisnya dari pada nonton filmnya

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian