♥ Neng Fiiefieen ♥

PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Saturday, 6 July 2013

[ Sinopsis ] Monstar Episode 7 ( Part 2 )

Sinopsis Episode 7 part 1
Sinopsis Episode 7 part 2
 Se Yi dan Seol Chan terpesona saat Na Na melantunkan sebuah lagu.

Seol Chan mendekati Na Na dan memeluk Na Na.

Na Na terkejut begitu juga dengan Se Yi. Se Yi terlihat cemburu

“kau benar-benar…” Seol Chan memeluk Na Na lagi.

“kau turun dari surga” puji Seol Chan
 Dan tiba-tiba Na Na meninju pipi Seol Chan.wkwk

Se Yi menahan tawanya.

“aku punya ispirasi.kita bisa menyelesaikan ini dengan cepat. Ikuti aku” kata Seol Chan menggandeng tangan Na Na keluar.

“masalah ini selesai berkat Seon Woo” ujar Kyu Dong
 Se Yi menatap Seon Woo dengan pandangan terima kasih.

“Oh,lihat itu” kata Se Yi menunjuk ke luar jendela. “bunga lain  mekar. Kapan ia mekar?”

Seon Woo dan Kyu dong juga melihat ke luar jendela.
 Se Yi masuk ke kamar Adam dan bertanya pada Adam “aku penasaran,bunga-bunga diluar itu apa namanya?”

“Violet” jawab Adam

“Violet?”

Adam juga menanyakan latihan Se Yi dkk apakah berjalan lancar?.Se Yi mengiyakan.Adam mengatakan pada Se Yi agar memakai ruang bawah tanah sampai hari tampil mereka.

Se Yi tak menjawabnya,ia terlihat sedih.
 Seol Chan dkk sedang sibuk latihan. Mereka latihan hingga malam hari.
 Di sela-sela latihan Se Yi melirik seol Chan. begitu juga Seol Chan.
Guru Dok memberitahu agar Seol Chan dkk mempersiapkan untuk pertandingan besok.

Guru Dok menghampiri Se Yi dan Seol Chan. “apa kalian baik-baik saja?”

“kami baik sekali” jawab Eun Ha

Guru dok memberitahu bahwa mereka harus siap-siap karena pertandingan mulai jam 3 sore.
Se Yi dan Seol Chan mengangguk mengerti.
 Tiba-tiba Na Na mendapat telepon.

“aku tak mau” kata Na Na saat menjawab teleponnya.
Eun Ha dll melirik Na Na. mereka ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.

“aku tak mau pergi” kata Na Na lagi
Do Nam mulai curiga.
Na Na pulang dengan jalan kaki. Ada Se Yi dan Do Nam di belakangnya.
 Tiba-tiba ada mobil berhenti dan memaksa Na Na masuk mobil.Se Yi dan Do Nam kaget.

Mereka berusaha mengejar mobil itu.tapi gagal,mobil itu memutar arah.
 Do Nam menceritakan kalau ia pernah melihat Na Na masuk ke sebuah bar. Se Yi mengira Na Na bekerja paruh waktu disana.

“pria-pria itu pasti menculiknya. Aku harus pergi” ujar Do Nam

“apa yang akan kau lakukan? Na Na tak akan suka ketahuan olehmu” Se Yi berusaha menghalangi Do Nam

“apa kau dengar yang Na Na katakan tadi? Dia bilang dia tak mau pergi”

 Se Yi akhirnya ikut dengan Do Nam untuk mencari Na Na.

Seon Woo yang lewat tak sengaja melihat Se Yi dan Do Nam menghentikan taksi.

“kemana mereka pergi?” gumam Seon Woo,lalu ia meminta sopirnya untuk menghentikan mobilnya
 Se Yi mendapat telepon dari Seon Woo

“aku harus pergi sekarang,bye” kata Se Yi menjawab telepon dari Seon Woo.

Do Nam melihatnya bingung. Se Yi mengatakan bahwa ia tak bisa memberitahu Seon Woo apa yang terjadi terhadap Na Na.
Mereka berdua lalu naik taksi dan menuju bar yang pernah didatangi Na Na.

Seon Woo penasaran dan  meminta sopirnya untuk mengikuti taksi yang dinaiki Se Yi dan Do Nam.
Seol Chan yang juga lewat juga penasaran.”ada apa? Kemana mereka pergi?”

Seol Chan juga semakin bingung karena mobil Seon Woo putar arah dan mengikuti taksi itu.

 akhirnya Seol Chan meminta managernya untuk mengikuti mereka.
 Se Yi dan Do Nam buru-buru ke bar itu. Seon Woo juga mengejar mereka.

Begitu juga dengan Seol Chan yang berlari mengejar mengikuti mereka.
 Se Yi dan Do Nam akhirnya sampai juga di bar itu. Seon Woo semakin penasaran.Seon Woo memanggil mereka.

Se Yi dan Do Nam terkejut karena ada Seon Woo disana.
“apa yang kau lakukan disini?” tanya Seon Woo
 Se Yi dan Do Nam bingung akan menjawab apa. Tiba-tiba ada seseorang yang berlari dari dalam bar itu dan menabrak Seon Woo

“Kim Na Na” ternyata Na Na yang sedang dikejar-kejar oleh pria-pria berbaju hitam.

Na Na juga terkejut saat melihat Se Yi, Do Nam dan Seon Woo ada disana.

 Para pria berbaju hitam itu menangkap Na Na. Na Na meronta-ronta. Seon woo yang melihatnya langsung menyerang para pria itu agar mereka melepaskan Na Na.

Do Nam tiba-tiba membantu dan menyerang para pria itu.
 Mereka berkelahi melawan para pria itu. Se Yi juga turun tangan dan menggigit tangan salah satu pria berbaju hitam itu.

Pria berbaju hitam itu hendak memukul Se Yi dan tiba-tiba Seol Chan datang menolong dan memukul pria itu.

“apa-apaan ini?” tanya Seol Chan yang tak tahu sama sekali dengan situasi mereka sekarang
Na Na tak tahan melihat teman-temannya berkelahi lalu ia memilih kabur dari sana.

Se Yi kaget dan berusaha memanggil Na Na.
 Manager Hong juga ikut memukul para pria berbaju hitam itu. tapi sialnya,Manager Hong juga kena pukul.

Seol Chan membalas memukul pria itu.
Tiba-tiba ada pria tua yang berteriak.Stop!

Para pria berbaju hitam itu langsung berhenti dan memberi hormat pada pria tua itu.dia adalah Ayahnya Na Na.
Manager hong menarik Seol Chan menjauh dari tempat kejadian.

“siapa kalian? Apa kalian mengenal Na Na?”
 Manager Hong mengobati Seol Chan yang terluka.Seol Chan mengawasi teman-temannya dari jauh yang sedang mengobrol dengan Ayahnya Na Na.

“aku tak percaya ayahnya Na Na adalah gangster” gumam Seol Chan
 Ayahnya Na Na menatap Seon Woo,Do Nam dan Se Yi secara bergantian.

Seon Woo menjelaskan kalau mereka membutuhkan Na Na di pertandingan konser tim mereka.

Ayahnya tak percaya karena selama ini Na Na tak pernah menunjukkan pada semua orang kalau ia bernyanyi.

Seon Woo mengatakan kalau mereka ingin langsung bertanya pada Na Na.

Ayahnya Na Na tak menjawab,ia menatap Seon Woo.
“kenapa anda membawa Na Na dengan paksa?” tanya Do Nam

Ayahnya Na Na hanya mengepalkan tangannya. Do Nam langsung menunduk saat melihat reaksi ayahnya Na Na.

Ayahnya Na Na mengatakan bahwa hati Na Na disakiti oleh seseorang.Jadi aku membawanya secara paksa.apa kalian tahu siapa dia?

Seon woo dan Do Nam tak menjawab. Ayahnya Na Na menatap Seon Woo dengan pandangan tak suka.

“tapi,paman. Tolong jangan pakai orang-orang dengan jas hitam itu. aku melihat beberapa kali. Na Na sangat tidak menyukainya” kata Se Yi dengan ketakutan

Ayahnya Na Na tak menjawab apa-apa. Do Nam sudah merasa ketakutan saat Se Yi mengatakan hal itu pada ayahnya Na Na.

Ayahnya Na Na berdiri dan mengatakan kalau ia akan mengirim seseorang,jadi tunggulah.
Sebelum pergi,ayahnya Na Na melirik Seon Woo.

(apa ayahnya Na Na tahu tentang Na Na menyukai Seon Woo?)
Do Nam dan Se Yi duduk lemas. Mereka lega karena ayahnya Na Na telah pergi.

Se Yi menyesal karena sudah mengikuti Na Na.

“apakah ia akan datang besok?” tanya Do Nam

Seon Woo terlihat memikirkan sesuatu.
Para wartawan dan beberapa penggemar Seol Chan telah datang di aula music untuk melihat pertandingan Seol Chan dkk melawan joon Hee dkk.
 Eun Ha sedang khawatir karena Na Na tidak mengangkat teleponnya.dan ia juga belum datang

“kita hanya punya 30 menit” kata Kyu Dong
Se Yi mendapat telepon dari ayahnya Na Na. ayahnya Na Na mengatakan kalau Na Na tidak akan datang.

Tiba-tiba Seon woo merebut ponsel Se Yi dan menelepon ayahnya Na Na.

Seol Chan,Eun Ha dan lainnya penasaran apa yang dikatakan Seon Woo pada ayahnya Na Na.

“kita akan bertemu 30 menit lagi” kata Seon Woo sambil membawa ponsel milik se Yi.

Lalu Seon Woo bergegas pergi ke suatu tempat.
Guru choi datang dan menanyakan Seon woo akan pergi kemana? Karena pertunjukan akan segar mulai.

Semuanya tak ada menjawab dan terlihat pasrah.
Seon woo meminta sopirnya untuk pergi ke alamat yang diberikan oleh ayahnya Na Na.
Guru Choi juga terlihat kebingungan.

“tak bisakah kita mulai setelah mereka kembali?” tanya Se Yi

Guru Choi menjawab kalau situasi ini kesempatan emas untuk menyatakan perang pada wartawan.

“apakah wakepsek sudah datang?” tanya Seol Chan

“seharusnya sekarang dia sudah tiba” jawab Guru Choi sambil melirik jam tangannya

“aku punya ide untuk mengulur waktu kedatangan wakepsek” kata Seol Chan. lalu ia menelepon managernya.

Wakepsek yang baru saja tiba sedang kebingungan mencari temapt parker untuk mobilnya.
Akhirnya ia memilih parker di tempat yang sempit. Dengan hati-hati wakepsek memakirkan mobilnya.

Lalu ia melihat apakah ia bisa keluar dari mobil. Dan ternyata pintu mobilnya terlalu mepet dengan mobil lain sehingga untuk keluar susah.

Wakepsek memundurkan mobilnya dan memarkirkannya lagi dengan benar. Kali ini pintu keluar tidak sempit.

Tapi tiba-tiba mobil di sebelahnya berjalan mundur dan malah memakirkan mobilnya hingga mepet dari pintu mobil milik wakepsek.
 Dan ternyata itu ulah manager hong.

Wakepsek kebingungan saat ia tak bisa keluar. Lalu ia akan memundurkan mobilnya lagi,tapi tiba-tiba ada mobil yang parkir di belakang mobil milik wakepsek sehinggan wakepsek tidak memundurkan mobilnya.
Ternyata itu ulah Guru Choi.

Wakepsek berteriak minta tolong tapi Guru Choi pura-pura tak mendengarnya.
Manager Hong menghampiri Seol Chan di dalam kelas. Ia sudah melakukan apa yang diminta oleh Seol Chan. tapi manager Hong terlihat khawatir. “apakah semuanya akan baik-baik saja?”

“kau saja yang kena masalah.bukankah kau terbiasa mendapat masalah?” kata Seol Chan santai

Manager Hong hampir saja membentak Seol Chan.”tapi ini tak akan bertahan lama. Karena wakepsek punya ponsel”


Mereka semakin bingung.

Wakepsek masih berusaha keluar dari mobilnya.
Tiba-tiba Se Yi datang dan mendekati wakepsek. Wakepsek meminta Se Yi untuk melihat nomor telepon dari mobil sebelah (mobil Seol Chan)

Se Yi pura-pura mengatakan tidak ada. Ia juga mengatakan kalau itu adalah mobil milik manager Seol Chan.aku akan memanggilnya kemari.

Wakepsek menyetujuinya.
Seon woo ada di dalam perjalanan. Ia berusaha menelepon Na Na tapi nomer ponsel milik Na Na tidak aktif.

hanya ada satu tempat yang akan Na Na tuju. Jika dia tidak disana,aku tak tahu kemana dia pergi” kata ayahnya Na Na
 Wakepsek kelelahan menunggu kedatangan Se Yi yang tak kunjung datang.

Tiba-tiba Eun ha datang dan bertanya,wakepsek,apa yang anda lakukan disini?

Wakepsek tak menjawab dan mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang. Eun Ha kaget dan bingung.
Wakepsek menelepon Guru Dok kalau ia terjebak. Belum juga selesai Wakepsek menelepon Guru Dok,baterai ponsel milik wakepsek habis.
 Seon Woo telah sampai di suatu tempat.
 Na Na sednag berada di ruangan yang banyak ada beberapa mesin jahit dan gaun-gaun yang terpajang. Na Na sedang menjahit sesuatu.Na Na menjahit dengan beruarai air mata.
Ia teringat saat ia menabrak Seon woo di depan bar.
 Saat akan memperbaiki mesin jahitnya,benangnya jatuh dan Na Na mengambilnya. Tak sengaja tangannya terkena kaki meja sehingga tangannya terluka.ia memegangi tangannya yang terluka.

Lalu ia teringat saat Seon Woo memegang tangannya.

(mungkin luka itu luka yang sama saat tangannya terkena kaki meja? Berarti bukan luka karena berkelahi?)

Ia menangis menahan rasa sakit di tangannya dan rasa sakit hatinya.
 Tiba-tiba Seon Woo masuk dan melihat Na Na sedang menangis.

Na Na terkejut.

Guru Dok bingung saat melihat Kyu Dong dan Se Yi berdiri di depan pintu aula. “apa yang kau lakukan disini? Acaranya akan segera mulai. Cepat masuk”

Mereka berdua terkejut

“kenapa?” tanya Guru Dong heran

Se Yi menjelaskan kalau Seon woo dan Na Na belum datang.

Guru Dok terkejut mendengarnya.
 “bagaimana kau tahu aku ada disini?” tanya Na Na saat melihat kedatangan Seon Woo

“ayahmu memberitahuku” jawab seon woo

“ayahku?”

“ayo kita pergi”

“kau bertemu ayahku?”

Seon Woo mengiyakan

Na Na tak percaya jika ayahnya bertemu dengan Seon Woo. Seon Woo meminta Na Na untuk cepat pergi karena teman-teman sedang berusaha mengulur waktu.

“kenapa kau pergi kesana (ke Bar)?”

Seon Woo diam

Na Na mengatakan kalau dirinya sangat malu jika mereka ada disana. Ia yakin kalau Seon Woo tak suka padanya dan menganggap dirinya menjijikan. Ia juga tahu soal gossip yang beredar yang mengatakan kalau pacarnya adalah seorang gangster. Tapi itu bukan pacarnya melainkan ayahnya sendiri.dan ibunya adalah pemilik Bar.

Seon woo mendekati na Na dan menjelaskan kalau ayahnya Na Na tak menceritakan apapun tentang Ibunya Na Na.

Na Na meminta Seon woo untuk pergi.
“aku tak bisa pergi.aku sudah bilang padamu.apa yang kulihat darimu itu berbeda.apa yang kulihat sekarang adalah Kim Na Na yang sedang menangis.bukan,Kim Na Na anak seorang gangster tapi,Kim Na Na kelas 2 SMA,Kim Na Na anggota tim Color Bar.Kim Na Na yang pandai bernyanyi. Kim Na Na yang benar-benar sedang dinantikan teman-temannya. Bagaimana?”

Na Na hanya terus menatap Seon Woo
 Guru Dok keluar untuk mencari wakepsek. Guru Dok menemukan mobil milik Wakepsek tapi saat Guru Dok akan mendekati mobil Wakepsek.

Na Na dan Seon Woo belum datang. Bisakah kau menunggu sebentar?

Guru Dok ingat kata-kata Se Yi.lalu ia mengurungkan niatnya untuk membantu Wakepsek. 

Saat wakepsek tahu kedatangan guru Dok dan memanggilnya tapi Guru Dok pura-pura tak mendengar dan berlalu pergi begitu saja.
 Seol chan dkk dan Joon he sedang menunggu di aula.

Hyo Rin bertanya,kemana Seon Woo?

“Jung Seon Woo,apa yang terjadi?” gumam Joon Hee saat tak melihat Seon Woo duduk bersama Seol Chan dkk
 Wakepsek masih berusaha keluar dari mobilnya. ia lewat dari jendela mobil.tiba-tiba ada satpam datang. Wakepsek merasa lega.

“apa yang terjadi pada Jung seon Woo?” tanya Joon Hee pada Seol Chan

Seol Chan tak menghiraukan Joon Hee. Hyo rin mengeluh karena wakepsek belum datang juga.
 Tiba-tiba wakepsek datang dengan bajunya yang basah karena keringat. Se Yi menutup wajahnya ketakutan.

Wakepsek meminta agar pertandingannya segera di mulai. Agar secepatnya ia bisa pulang ke rumah dan beristrahat.
Guru Dok menjelaskan kalau tim Seol Chan masih belum siap.
Wakepsek melihat ke arah Seol Chan dan mengenali Se Yi. Se Yi menjelaskan kalau ia sudah mencari managernya Seol Chan tapi ia tak menemukannya.

Wakepsek tak mau tahu,ia tetap meminta agar pertandingannya segera dimulai.Se Yi berusaha mengulur waktu dengan membujuk Wakepsek.

Se Yi mengipas-ngipaskan tangannya agar wakepsek tak kepanasan. Seol Chan meminta eun Ha menarik Se Yi untuk duduk kembali.
Seon Woo datang dan langsung duduk di dekat Seol Chan.
“bagaimana dengan Na Na?” tanya Se Yi

Seon Woo meminta maaf karena ia tak bisa membujuk Na Na.mendengarnya membuat yang lainnya putus asa. Seol Chan meminta kyu Dong mengambil posisi Na Na.
Seol Chan mengatakan karena Kyu Dong yang masih bisa sampai nada tinggi itu.Kyu Dong mengatakan kalau ia tak bisa.

Tapi wakepsek sudah berteriak untuk memulai pertandingannya.
 Joon Hee dkk lalu maju ke panggung, mereka tampil yang pertama.
 Para Guru terpukau dengan penampilan all For One. Begitu juga dengan para penggemar Seol Chan.
 Setelah All For One selesai.Guru Dok memanggil Color Bar untuk tampil.

Salah satu penggemar Seol Chan berkomentar kalau ia merasa kasihan pada Seol Chan.Kim Na Na pasTi mengundurkan diri,tadi Seon Woo menjemputnya.

Salah satu temannya mengatakan meskipun Na Na ada disini,ia juga takkan melakukan apa-apa.
 Eun Ha mendorong Kyu Dong agar berdiri menggantikan Na Na.

Kyu Dong merasaa gugup,Seol Chan meyakinkan Seon Woo untuk tetap melakukannya.
  Kyu Dong gemetaran lalu Se Yi mendekatinya dan berusaha menenangkan Kyu Dong.
All For One menertawakan saat Kyu Dong memulai menyanyi.
Tiba-tiba Kim Na Na datang. Semuanya terkejut dan merasa senang.Se Yi menghampiri Na Na dan memeluknya. Lalu ia mengajak Na Na naik panggung.

Color Bar mengulang penampilan mereka.
All For One dan para Guru kaget tak percaya bahwa Na Na bisa bernyanyi dengan baik.
Para penggemar Seol Chan juga terpesona dengan aksi Seol Chan dan efek alat musiknya.
Guru Dok terlihat gembira.
Para penggemar juga bernyanyi bersama dan bersorak. Mereka suka dengan penampilan Seol Chan dkk

Joon Hee & Hyo Rin juga tercengang melihat aksi mereka yang diluar dugaan.
Seol Chan dkk meyelesaikan penampilan mereka dengan sangat baik dan membuat suasana di dalam aula meriah.

9 komentar:

Nur Isnayni said...

WOW banget, tapi ada yang kurang kak..hehe
kurang picturenya.hehe ditunggu yah kak :D

d3w1 said...

bosen baca nya,karena ga ada gambar....

Neng Fiiefieen said...

All : makasih yaaa sudah mau singgah. tapi tolong dimaklumin. kerjaan saya bukan hanya bikin sinopsis saja. saya harus bagi waktu di tempat kerja dan dirumah. saya sengaja mempercepat posting sinopsisnya tanpa picture agar kalian tidak mempertanyakan kelanjutan sinopsisnya.

kendala saya juga di jaringan internet. saya harus posting picture di tempat kerja karena modem masih LOLA

mohon pengertiaannyaa ^^

rahmadanis shafira said...

aku udah nengok pas color bar tampil, dan itu....
DAEBAk~
keren banget.... semangat ya kak buat sinopsisnya...
picturenya d usahain ya... ^^
GOMAWO^^

dewiperikecil said...

aku baru pertama nemu blog kakak 2 hari lalu.. langsung aku bookmark .. setelah baca sinopsis monstar , terimakasih udah bikin sinopsisnya ^^,, d tunggu lanjutannya, ^^ SEMANGATTT

Anggun Tahir said...

sma ak jga bru dua hari yg lalu nemuin nih blog..
mau nanya ka.. kok eps lain nga ad gambaranya ? :)

mkasih ka atas sinopsisnya..

farah amelia said...

Ikutan koment yah fien...

Gpp gak ada gambar, yg penting jln cerita nya.... Ntar kn jg beli bajakan nya, hohoho :D

buat d3wi@ kalo bosen ga usah di baca, gtu aj repot

Artha Mariana Panjaitan Ponod said...

Lanjutannya belum yah..penasaran..gmbrnya ga dipajang juga gpp..yang penting di ceritain..hehe..

d3w1 said...

yeyeeeeee.....
gamabr nya sudah ada...
thank u mba.. ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian