PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Wednesday, 16 October 2013

[ Sinopsis ] Marry Him If You Dare Episode 1 - Part 1



Sinopsis Marry him If You Dare Episode 1 – Part 1



Mi Rae adalah customer service di Call Center. Dia bahkan rela meladeni pelanggan yang memintanya bernyanyi. Bahkan si Bos pun tak keberatan jika Mi rae bernyanyi untuk pelanggannya. Di sela-sela wak tu bekerja Mi Rae melihat berita yang disiarkan stasiun TV YBS. Dan pembawa acaranya adalah si penyiar berita tampan Kim Shin.



Kakaknya Mi Rae (aku belum tahu namanya,senior Han Jung Woo di I Miss You) juga sedang memantau acara berita itu. para staf membicarakan tentang hari terakhir bagi Kim Shin sebagai penyiar berita tsb. Karena Kim shin akan mengisi acara talkshow di pagi hari. Saat di penghujung acara berita,penyiar wanita juga menanyakan pada Kim Shin. Bukankah hari ini adalah hari terakhir anda?




Kim Shin diam tak merespon. “hari ini…bukan hari terakhirku” Kim shin membantahnya. Membuat para staf terkejut. Kim Shin menjelaskan kalau semua penyiar berita tidak boleh disamaratakan. Karena ia hanya ingin menjadi seorang journalist yang sejati. Dan menjadi penyiar berita sampai akhir.ia yakin kalau ia akan kembali menempati posisinya sebagai penyiar berita.dan ia akan tetap terus menjadi penyiar berita sampai akhir.
Mi Rae masih terpaku dengan acara berita yang disiarkan Kim shin. Hingga ia lupa kalau ia sedang bertugas melayani pelanggan yang meneleponnya.





Sebuah pernikahan sedang berlangsung. Mi rae adalah mempelai wanita di pernikahan itu. ia di dampingi kakaknya yang tak terlihat bahagia. Dan mempelai prianya adalah Kim Shin,penyiar berita yang juga teman dari kakaknya. mereka berdua terlihat bahagia.

Seorang wanita berada disebuah ruang yang gelap sedang memandangi sebuah foto pernikahan Kim Shin dan Mi Rae. “maaf suamiku. Tapi hanya ini satu-satunya cara” kata wanita itu sambil merobek foto tersebut.




Wanita itu sedang berdiri di samping mesin berbentuk jam raksasa. Jarum jam itu berputar mundur dan berhenti di angka 2013. Ia keluar dari sebuah terowongan atau gua. Tempat persembunyian kah?



Mi Rae sedang berjalan di tengah kota. Ia melihat ada staf yang syuting sebuah acara. Ia penasaran dan mendekati acara itu. Mi Rae juga berbaik hati membantu staf acara itu yang sedang mengalami kesulitan menangani pejalan kaki yang hendak menonton.

“Hei Penulis Na,sini!” panggil seorang staf. Dengan percaya diri Mi Rae menghampiri staf yang memanggilnya. Para staf itu berkonsultasi mengenai naskah yang tertulis di program itu. Mi Rae memberikan jawaban yang menurutnya ada yang kurang di naskah itu. para staf itu memuji Mi Rae,penulis yang hebat. Mi Rae tersenyum senang.



yang melihatnya heran. Staf wanita berterima kasih pada Mi Rae karena bersedia membantunya. Staf wanita itu juga meminta Mi Rae menonton acara Kim Shin Morning Show di YBS. Lalu Mi Rae bertanya pada staf wanita itu yang ternyata adalah penulis naskah di program acara tersebut. Dan ia juga begitu iri dengan wanita itu. wanita itu juga mengatakan kalau Mi rae juga bisa menjadi penulis naskah seperti dirinya.
“benarkah? Walau usiaku 32 tahun?” tanya Mi Rae. Wanita itu bingung menjawabnya dan ia malah balik tanya,apa pekerjaan Mi Rae saat ini?



Mi Rae masih menangani pelanggan yang memintanya bernyanyi. Tapi pelanggan itu memarahi Mi Rae dan juga pelanggan itu mengatai Mi Rae yang memiliki kehidupan yang susah. Orangtuanya pasti benar-benar gila karena mau melahirkan Mi Rae yang memiliki pekerjaan seperti ini. Mi Rae tersinggung,ia sedih saat pelanggan itu mengatai dirinya juga orang tuanya. Namun sebagia customer service,ia harus tetap melayani customer dengan ramah.ia hanya bisa menahan rasa sedihnya.
Mi Rae tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia menangis di dalam toilet. Ia menghibur dirinya sendirinya karena peristiwa ini bukan yang pertama bagi Mi Rae. Tiba-tiba kakaknya menelepon. Mi Rae menjawabnya dengan senang. Bukannya si kakak menanyakan kabar si adik malah ia bertanya tentang mobilnya. Mi Rae menjawab kalau mobilnya di parkir di parkiran seberang kantornya. Kakaknya langsung memutuskan teleponnya,ia tak mendengar penjelasan Mi Rae selanjutnya tentang mobilnya.




Mi rae menuju tempat parkir mobilnya. ia terkejut melihat ada seorang wanita duduk di dalam mobil. Lalu ia tersadar kalau mobil yang ditumpangi wanita itu adalah mobil miliknya. Ia heran dengan wanita itu. kenapa wanita itu tiba-tiba ada di dalam mobilnya.

Wanita itu menyalakan mesin mobil dan mengemudikan mobil itu yang seperti mau menabrak Mi Rae. Mi Rae ketakutan. Wanita itu berkata,seharusnya Mi Rae mengganti seragam kerjanya,apa Mi Rae mau memamerkan pekerjaannya?.wanita itu memberikan kontak mobilnya.



Mi Rae mengira wanita itu adalah pelanggan tempatnya bekerja. Wanita itu marah ketika Mi Rae memanggilnya dengan panggilan ‘pelanggan’. Wanita itu langsung memperkenalkan dirinya “aku adalah kau. Aku datang dari masa depan.aku adalah kau di masa depan” yups~ wanita itu adalah Na Mi Rae di masa depan. Aku akan menyebutnya Madam yaa? Karena mbak Irfa memanggil wanita itu Madam Na. hehe

Tentu saja Mi rae tak semudah itu percaya. Ia mengira wanita yang sekarang di hadapannya adalah wanita gila. Mi Rae pura-pura mengerti. Madam memperingatkan Mi Rae kalau Mi Rae harus mengubah hidupnya sendiri.ia tidak harus mengemudi hari ini,ia harus naik bus dengannya.



Mi rae mencoba melarikan diri dengan beralasan kalau mobil yang ia parkir harus benar. Madam sadar kalau Mi Rae mencoba menghindarinya. Madam memberitahu Mi Rae kalau ia akan mengalami kecelakaan hari ini. jadi Mi Rae harus menghindari jalur ketiga jika melewati jembatan Seongsan.

Mi Rae ketakutan dan bergegas mengemudikan mobilnya dengan cepat. 

“tidak boleh. Mereka tidak boleh bertemu sekarang” gumam Madam melihat kepergian Mi Rae.



Kim shin sedang menelepon temannya (kakaknya Mi rae). Ia memarahi temannya itu karena tidak merekam suara dengan baik. Temannya meminta Kim Shin datang memperbaiki audio yang rusak. Kim Shin juga memaki temannya dengan kata-kata kasar sehingga membuat seseorang yang berada 1 lift dengan Kim Shin merasa risih mendengar cacian Kim Shin.



Kim Shin akhirnya tersadar kalau ada wanita disampingnya yang memperhatikannya. Ternyata wanita itu mengenal Kim Shin sebagai penyiar berita. Kim Shin menghentikan wanita itu yang hendak keluar dari lift dan mencoba menjelaskan kalau penyiar berita juga manusia. Walau dalam keseharian harus menggunakan kata-kata sopan tapi beda saat dalam kondisi marah. Karena ia tetap seorang manusia. Wanita itu mengerti.

Kim Shin terlihat menyesal dengan apa yang ia katakana. Ia menegaskan dirinya untuk lebih sopan lagi dalam berbicara.



Mi Rae dalam perjalanan menuju rumahnya. Ia teringat dengan perkataan Madam Na yang memintanya untuk menghindari jalur 3 saat melewati jembatan Seongsan. Ia terlihat was-was karena ia sedang berada di jalur 3 dan hampir melewati jembatan Seongsan.

Ia meyakinkan dirinya untuk tidak khawatir dengan perkataan wanita gila,Madam Na. tepat di belakang mobil Mi Rae,Kim shin sedang mengendarai mobilnya. ia juga sedang berada 1 jalur dengan jalur yang dilewati Mi Rae. Ia sedang menyaksikan acara berita. Ia juga mengomentari acara itu dengan kata-kata kasarnya.



Mi Rae terlihat khawatir karena jembatan Seongsan semakin dekat. Dan akhirnya Mi Rae memutuskan berpindah jalur. Dan tiba-tiba mobil tepat di belakang Mi Rae menabrak mobil yang sebelumnya ada di depan mobil Mi Rae. Mi Rae terkejut dan ternyata perkataan Madam Na tentang kecelakaan itu benar-benar terjadi tapi kali ini Mi Rae bukanlah korban dari kecelakaan itu.



Mi Rae menghentikan mobilnya untuk melihat kecelakaan itu. mobil yang mengalami kecelakaan dalah mobil milik Kim Shin dan korbannya adalah Seo Yoo Kyung. Kepala Yoo Kyung terluka.




Sesampainya di rumah,Mi Rae menelepon kakaknya kalau ia hampir mengalami kecelakaan. Mi Rae malah marah karena kakaknya mengkhawatirkan kondisi mobil daripada kondisinya. Ia juga terkejut saat ada yang menyambutnya di dalam rumah. Madam Na sudah berada di dalam rumah Mi Rae. Mi Rae ketakutan dan bergegas melarikan diri. Ia juga menelepon polisi untuk mengusir Madam Na.

Madam Na mencoba menjelaskan pada Mi Rae agar mempercayainya karena ia tidak memiliki cukup waktu. Madam Na mencoba menebak rahasia yang Mi rae tahu. Madam Na juga berkata kalau Mi Rae saat kecil mendapat julukan si hitam dari ayahnya karena kulit Mi Rae kecil hitam karena sering main panas setiap hari. Mi Rae langsung tak percaya karena si hitam juga akun ID-nya jadi bisa saja Madam Na mengeceknya terlebih dahulu.



Madam Na tak langsung putus asa. Ia juga memberitahu Mi rae kalau ada hal yang hanya Mi Rae dan ayahnya tahu yaitu sebuah perjanjian. Mi Rae langsung membuka buku hariannya dan mengambil sebuah potongan lembaran uang yang ada sebuah tulisan. Madam Na mengatakan kalau ia menemukan potongan lembaran uang yang Mi Rae punya. Mi Rae mengambilnya dan mencocokkan lembaran potongan uang itu dengan potongan uang yang ia miliki. Benar-benar cocok.

Mau tak mau,kali ini Mi Rae harus mempercayai Madam Na. mereka berdua mencoba mengakrabkan diri. Mi Rae bertanya,bagaimana Madam Na bisa sampai?. Madam Na menjawab kalau ia datang dengan mesin waktu. Dan juga Mi Rae bertanya dari tahun berapa Madam Na datang?



“dari tahun 2038”. Mi rae terkejut begitu ia tahu Madam Na berumur 57 tahun dan terlihat masih muda. Tapi Madam Na mengatakan kalau ia tampak tua (dari yang lainnya) di tahun 2038. Karena ia sangat miskin jadi ini yang terbaik bisa ia lakukan dengan beberapa suntikan. 

Mi Rae tak yakin Madam Na sangat miskin di tahun 2038 karena pakaian yang dikenakan Madam Na adalah pakaian bermerek. Madam Na juga menceritakan apa yang terjadi di masa depan. Para pria di Negara ini tidak perlu wajib militer lagi karena Kora selatan dan Korea Utara sudah bersatu, dan Madam Na juga menasehati Mi Rae untuk segera menikah karena para pria yang ada telah direbut oleh wanita korea Utara,karena para wanita itu terlihat lebih menarik. 

“Aku datang kesini untuk menolongmu menemukan suami yang baik” kata Madam Na

“kenapa? Suamimu tidak baik?”

Madam Na tidak langsung menjawab pertanyaan Mi Rae. Ia berkata  kalau perkataan Mi Rae seolah-olah itu urusan orang lain. Ini adalah urusanmu. Masalahmu.

Mi rae bertanya pada Madam Na,apa Madam Na akan mempercayai dirinya jika ia datang lebih dulu daripada Madam Na?

“baiklah. Akan kubuktikan padamu” Madam Na mengeluarkan buku hariannya. Mi rae kaget karena Madam Na memiliki buku harian yang sama dengan buku hariannya. Madam Na menjelaskan kalau buku harian yang ia pegang adalah miliknya. Dan memang benar buku harian milik Mi Rae masih ada. Jika ada 2 Na Mi Rae maka ada 2 buku harian milik Mi Rae.



Madam Na membaca catatan bahwa Mi Rae ingin berlibur. Jadi ia akan mengirim Mi Rae berlibur. Madam Na memberitahu bahwa kantor tempat kerja Mi Rae akan mengadakan talent show yang hadiahnya adalah sepasang tiket berlibur ke Jeju island. Jadi Mi rae harus menunjukkan kemampuannya dan jadi juara pertama. 

Mi Rae berada di panggung talent show. Ia mengikuti saran dari Madam Na. ia juga mengenakan gaun berpayet & berwarna pink dan menjadi peserta pertama dan menyanyikan lagu seperti perintah Madam Na. 

Mi Rae bernyanyi dengan penuh pengkhayatan. Mi Rae menyanyikan lagu itu dengan penuh energik. Membuat para penonton terhibur. Di belakang panggung ada peserta wanita yang mengenakan gaun yang hampir sama dengan gaun yang dikenakan Mi Rae. Ia terlihat sinis memandangi Mi Rae. Wanita itu adalah juara pertama yang sebenarnya. Namun ia kali ini tidak bisa jadi juara karena Mi Rae terlebih dahulu menyanyikan lagu yang akan dinyanyikan wanita itu. dan akhirnya Mi Rae adalah juaranya.





Ia terbang menuju Jeju Island. Ia tak sendiri,ia ditemani Madam Na. ia terlihat menikmati penerbangannya. Madam Na bertanya,apakah Mi Rae mempercayainya sekarang?. Tentu saja Mi rae mempercayainya dan malah Mi Rae minta yang lain seperti hadiah mobil atau vocer lainnya.

Madam Na menjelaskan lagi kalau ia datang menemui Mi rae bukan karena ia akan memberi hadiah Mi rae melainkan mengubah hidupnya dan juga berarti mengubah hidup Mi Rae. Lalu ia bertanya pada Mi Rae,apakah Mi Rae bahagia?. Mi Rae membenarkan dan menjawab apalagi untuk saat ini. Madam Na memperingatkan kalau ini adalah permulaan. Dan untuk rencana awal adalah bertemu Park Se Joo. Madam Na tidak yakin karena peluangnya bertemu dengan Park Se Joo sangat kecil dan yang terpenting adalah Mi Rae harus menghindari orang itu dalam waktu dekat ini. orang itu?

Madam Na juga bertanya,bukankan ada seorang pria yang hampir tabrakan dengan Mi Rae? Dia bukan seorang pengemudi yang kebetulan lewat. Kau mempunya hubungan yang terjalin denga tragis dengannya. 

“kenapa? Bagaimana bisa?” tanya Mi rae penasaran

“orang yang kau cintai akan mati.karena orang itu” jawab Madam Na. Mi rae bergidik mendengarnya.tapi ia tak menganggap serius omongan Madam Na.



Kim Shin sedang menjenguk Yoo Kyung di rumah sakit. Ia bertanya kondisi Yoo Kyung,apakah sudah baikan?.Yoo Kyung hanya mengangguk mengiyakan



Mi Rae bersorak senang sesampainya di hotel. Pemandangan hotel begitu menakjubkan. Madam Na heran bagaimana bisa Mi Rae begitu tenang saat mendengar orang yang dicintai Mi Rae akan mati. Mi Rae tentu saja tak terlihat khawatir karena ia merasa kalau ia tak memiliki kekasih. Jika kakaknya adalah orang yang dimaksud,Mi Rae juga tetap tenang karena ia tidak mencintai kakaknya.wkwk

Madam Na terlihat kesal karena Mi Rae menganggap perkataannya lelucon. Mi rae membantah kalau itu bukan lelucon melainkan mengada-ngada. Mi Rae sedang mencoba bikini yang akan ia pakai. Tapi Madam Na tak setuju,apakah kau akan mengenakan bikini dengan bekas luka seperti ini?. Madam Na menunjuk lengan Mi Rae yang terdapat bekas luka.

Madam Na juga memberikan sebuah buku untuk Mi Rae pelajari. Karena untuk mendapatkan suami yang tampan dan baik hati harus memiliki pekerjaan yang bagus terlebih dahulu. Mi Rae terkejut saat membaca buku itu,buku itu berisikan materi untuk pegawai negeri sipil tingkat 7. Ini sulit sekali.

Madam Na juga memberitahu Mi Rae jawaban dari materi buku itu. Mi rae terlihat tak senang lebih baik Madam Na menghapal nomer lotere. Dan Madam Na langsung teringat kalau ada lotere di tahun 2038. Mi Rae langsung menyarankan agar Madam Na kembali dan memenangkan lotere itu jadi ia akan kaya. Madam Na tak setuju,hanya ada 1 kesempatan dalam hidup. Madam Na bahkan sudah mempertaruhkan hidupnya sendiri.tapi sekarang ia sudah mengabaikan prinsipnya sendiri.



Madam Na juga meminta Mi Rae untuk memikirkan pekerjaan yang cocok jika pekerjaan PNS terlalu sulit. Tapi jika memang pekerjaan menjadi customer service di call center sangat cocok,lanjutkan saja. Tapi jika tidak,pikirkan pekerjaan yang cocok.

Mi rae tak menjawab. Wajahnya sudah mengatakan kalau pekerjaan sebagai customer service sangat tidak menyenangkan. Sebelum Madam Na keluar kamar hotel,ia mengingatkan Mi Rae kalau Mi Rae akan bertemu dengan pria tampan jadi Mi Rae harus berdandan cantik. Mi rae senang dan bertanya,apakah Madam Na sudah menyiapkan seseorang?

Madam Na menjawab kalau ia sedang mencarinya. Yang ia tahu,pria itu akan jatuh cinta dengan wanita di sini. Tapi ia tak tahu bagaimana pria itu jatuh cinta dengan wanita itu dan dimana dia tinggal. Yang ia tahu hanya satu. Pria itu jatuh cinta karena air.

Madam Na meminta Mi Rae untuk menginstropeksikan diri sendiri sebelum menanyakan pekerjaan pria  itu.



Tak jauh dari hotel. Ada pria tampan lengkap dengan setelan jasnya. Pria itu adalah Park Se Joo. 

Mi rae sedang bermain di kolam. Sedangkan Madam Na masih sibuk mencari Park Se Joo. Ia juga bertanya pada staf hotel tapi staf hotel tak hapal dengan wajah para tamu hotel ini. ia juga menunjukkan foto Yoo Kyung pada staf hotel tapi jawaban yang sama yang diberikan stf hotel itu.



Madam Na tentu saja tidak akan menemukan Yoo Kyung di Jeju karena tanpa ia tahu,Yoo Kyung sekarang berada di rumah sakit karena menjadi korban kecelakaan Kim Shin. Yoo Kyung sedang menonton acaranya Kim Shin. Ia kecewa karena ia tak bisa menikmati liburannya di Jeju Island.

Kim Shin sedang mewawancarai salah satu pejabat yang kepergok sedang menonton video p**no. bahkan pejabat itu tidak mengaku kalau pria yang kepergok itu adalah dirinya. Pejabat itu beralasan kalau ia hanya menerima pesan dari orang yang ia kenal. Pejabat itu tidak banyak memberi komentar tentang pertanyaan yang diajukan Kim Shin. Kim Shin juga menutup acaranya dengan memberitakan beberapa waktu lalu partai yang berkuasa dan berselisih bersama-sama mengajukan anggaran. Tujuannya untuk meningkatkan gaji anggota kongres sebesar 7%. Semuanya menggunakan dengan pajak yang dibayar oleh masyarakat. Jadi jika suatu saat dirinya membayar pajak,dia akan belajar dari pejabat yang berada disini. Ia tidak akan mengingat dengan kenaikan gaji 7%.karena ia tidak menerima pengajuan anggaran itu sama sekali.
Para staf acara itu juga setuju dengan pendapat Kim Shin. Bahkan salah satu staf membenarkan dan mereka tidak perlu membayar pajak.



Madam Na masih mencari keberadaan Park se Joo. Ia teringat saat Park Se Joo dan Seo Yoo Kyung menghadiri acara talkshow. Saat ditanya pertemuan pertama kali mereka. Park Se Joo bercerita kalau ia bertemu dengan Yoo Kyung di Jeju dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Yoo Kyung karena air.

Madam Na bertanya-tanya. Apa yang dilakukan Yoo Kyung dengan air?.tapi yang terpenting Seo yoo Kyung tidak ada di Jeju saat ini.



Takdir belum mempertemukan Madam Na dengan Se Joo. Se Joo sedang menemui seorang wanita di pinggir kolam. Wanita itu ternyata membuntuti Se Joo dan ia meminta Se Joo untuk menerimanya lagi. Se Joo menolaknya karena mereka hanya teman sekelas dan juga tak saling mengenal. Ia juga meminta Se Joo memberinya uang karena ia tidak memiliki uang untuk beli tiket pesawat. Se Joo menyuruh wanita itu menjual tasnya sendiri untuk membeli tiket. Wanita itu kesal karena Se Joo sangat pelit padanya. Se Joo menjelaskan kalau bukan dirinya yang menghasilkan uang. Uang itu adalah milik neneknya.




Mi Rae sedang berada di kolam,ia mengalami insiden yang memalukan. Bikini yang ia pakai terlepas di kolam. Ia berusaha mengenakan bikini itu di dalam kolam.

Wanita itu juga mengomentari Mi Rae yang berani memakai bikini dengan bekas luka yang sangat jelas terlihat. Park Se Joo yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Mi Rae. Se Joo memilih meninggalkan wanita yang ia temui. Ia juga menasehati wanita itu untuk mengintropkesi dirinya sendiri sebelum mengkritik orang lain.”kurasa aku lebih membenci dirimu daripada wanita dengan bekas luka itu”
Se Joo meminta waitress untuk menolong Mi Rae yang sedang dalam masalah. Tapi Madam Na sudah datang dan langsung masuk ke dalam kolam untuk membantu Mi Rae mengenakan bikininya. Mi Rae berterimakasih pada Madam Na. Madam Na langsung menampar Mi rae.
  Se Joo memperhatikan mereka berdua.

 Komentar :
Episode awal seperti 'dejavu' kisahnya dengan drama sebelah

6 comments:

  1. makasih kakak udah mau buat sinop drama ini.. kalau bisa lanjut sampai selesai.. :D

    ReplyDelete
  2. Ada juga yang buat sinopsisnya,,mksih y lnjut terus y semang

    ReplyDelete
  3. woahh time traveller lagi tema drama korea yang satu ini......
    Gomawo yah eonni udh mo buat sinopsis ini :DD

    ReplyDelete
  4. woahh.. tema drama korea kali ini time traveller ( lagi)
    tapiii i like it.......... maksih udh buat sinopsisnya eonni *muachh **

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian

 

Blog Template by BloggerCandy.com