♥ Neng Fiiefieen ♥

PERHATIAN!!!!!!!

PERHATIAN!!!!
Dilarang copas isi blog !!!
cukup mencantumkan LINK hidup

Wednesday, 26 June 2013

[Sinopsis] Monstar Episode 4 ( part 2 )

Sinopsis Episode 4 part 2
 Wajahnya berubah saat melihat mobil Seon Woo melintas di depannya. Apa? Serius? ,gumam Seol Chan
 Di dalam mobil,manager Hong mengatakan kalau imeg seol chan di mata para wartawan sangat positif. Seol Chan tak mendengarkan perkataan managernya,ia terus melihat mobil Seon woo yang tak jauh dari mobilnya.
 “Hyung,aku akan mengatakan sesuatu. Beritahu aku apa terlintas di pikiranmu saat kau mendengarnya.” Ujar Seol Chan

“apa itu?”

“seorang pria bilang kalau ia menyukai seorang wanita. Jadi,dia bilang dia akan melakukan apapun yang dia bisa. Tanpa menahan diri”

“tanpa menahan diri?” manager Hong tertawa

“itu adalah….” Manager Hong memberitahu Seol Chan sambil memonyongkan mulutnya ke depan.

“apa?” Seol Chan kaget
Manager Hong mengatakan kalau itu untuk 19 tahun ke atas. Jadi ia takkan memberitahu Seol Chan.
“dasar manager otak mesum. Apa hanya itu yang kau pikirkan?” ujar Seol Chan

Bukannya,aku hanya memikirkan itu,tapi tak ada yang lain selain itu.kalau bukan itu,apalagi yang bisa ditahan seorang pria?

“ada banyak. Game,alcohol,merokok dan membaca” kata Seol Chan

Manager Hong mengatakan Seol Chan terlalu polos. Tentu tidak masuk akal jika menyukai seseorang akan menahan dirinya tidak untuk main game,alcohol,merokok dan membaca.

“tapi kenapa kau tiba-tiba menanyakan seperti itu? apa kau ada pelajaran mengenai biologi?” tanya Manager Hong penasaran
 Tiba-tiba Seol Chan minta managernya untuk menepikan mobilnya. ternyata Seon woo menawarkan tumpangan pada Se Yi. Awalnya Se Yi menolak tapi Seon Woo mengatakan kalau ia akan lewat daerah itu. Se Yi bilang kalau ia tak menuju rumah.
“kau mau kemanapun tak masalah”

Se Yi akhirnya menerima tawaran Seon Woo
 Seol Chan ternyata memperhatikan mereka,ia terkejut saat Se Yi masuk mobil Seon Woo.

“apa itu? kenapa dia naik mobilnya?” ujar Seol Chan

Ia mengingat perkataan Seon woo. Aku akan melakukan apa yang aku inginkan. Tanpa menahan diriku.
  Seol Chan meminta managernya untuk menjalankan mobil dan memotong jalan di depan mobil Seon Woo.
Dengan tampang yang cool,Seol Chan keluar dengan kacamata hitamnya.
 Dengan alasan ban mobil pecah,ia menumpang di mobil Seon Woo. Dengan berat hati Seon Woo menerima Seol Chan. Seol Chan lebih memilih duduk berdesakan di kursi belakang dengan Se Yi dan Seon Woo.

Seol Chan pura-pura terkejut melihat Se Yi. Apa yang kau lakukan disini?

Se Yi tak menjawabnya.
  Seol Chan meminta Seon Woo untuk melanjutkan perbincangan mereka tentang ‘serius’.

Seon Woo terkejut tak mengira Seol Chan akan membahasnya di depan Se Yi.

“apa dia juga tahu ‘serius-mu’itu?” tanya Seol Chan memancing sambil melirik Se Yi

Seon Woo salah tingkah dan tak menjawab
“dia tak tahu?” Seol Chan tertawa

Membuat Se Yi bingung.

“jadi,kau bertepuk sebelah tangan?” tanya Seol Chan lagi

Seon Woo tak menjawab apa-apa. Se Yi menatapnya ingin tahu.

Seol Chan meledek Seon Woo,ternyata Jung Seon woo bisa bertepuk sebelah tangan.

“Yoon Seol Chan” panggil Seon Woo untuk menghentikan ocehan Seol Chan
 “tapi,benarkah kau ‘serius’? kalian bahkan tak kenal lama” sambung Seol Chan sambil melirik Se Yi

Se Yi semakin gerah dengan tingkah Seol Chan

“tapi bagaimana kau bisa yakin dengan perasaanmu?” tanya Seol Chan

Seon woo tak bisa jawab. Se Yi menatapnya ingin tahu.

“bukankah kau yakin jika kau mendapat jawaban setelah kau menanyakan dirimu sendiri terus menerus? Sepertinya waktunya belum cukup untuk merasa yakin”

Seon woo hanya melirik Seol Chan kesal.

“tapi manusia memang tertipu dengan mereka. anggap saja kau ‘serius’. Lalu kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu?....”
“kita sampai. Aku turun disini” kata Se Yi memotong

Seol Chan bengong melihat Se Yi

Ia ikut keluar dari mobil Seon Woo. Se Yi mengucapkan terima kasih pada Seon Woo.

Setelah Seon Woo pergi,Se Yi berbalik dan menatap Seol Chan dengan kesal.
 Seol Chan beralasan keluar mobil bukan karena Se Yi tapi ia hanya tidak ingin berdua dengan Seon woo.

Se Yi geram dan mengatakan pada Seol Chan untuk tidak mengumumkan kehidupan pribadi orang lain mulai sekarang.

Seol Chan bertanya kenapa Se Yi marah,apa karena Seon Woo? Karena aku menepatkan posisinya seperti itu. jika kau menyukainya,kenapa kau disini bersamaku?
 Se Yi semakin kesal,ia lantas pergi begitu saja.

Seol Chan mengikuti Se Yi dan berceloteh,apa kau cemburu? Apa itu karena cinta pertama Seon Woo?

“bagaimana perasaanmu jika kehidupan pribadimu diumumkan ke orang banyak? Tanya Se Yi kesal.kau sudah ahli di bidang itu. apa kau menyukainya? Kau begitu menyukainya sampai kau melakukan hal yang sama pada temanmu?” kata Se Yi kesal

Seol Chan hanya bisa diam

“kau sangat kekanak-kanakan” tegas Se Yi

 Seol Chan mendelik kesal dan tak percaya,ia mengikuti Se Yi.

Seol Cha terus bicara dan bertanya dari sudut mana aku kekanak-kanakan?

Se Yi hanya bisa menahan rasa kesalnya dan terus berjalan.

“Hey,aku mendengarkan aku atau tidak?” tanya Seol Chan menarik tangan Se Yi

Se Yi tak menjawabnya. Seol Chan lalu sadar bahwa saat ini ia berada di tempat yang tidak asing baginya. Dan ternyata itu jalan menuju ke rumah Adam.
“kenapa kau kesini lagi?” tanya Seol Chan

“pergilah!” bentak Se Yi

Seol Chan menarik tangan Se Yi. Seol Chan memperingati Se Yi. Bahwa teman ayahnya bisa juga berbahaya.apakah teman ayahmu adalah ayahmu?

Se Yi melotot mendengar kata-kata Seol Chan.

Seol Chan akan pergi ke rumah Adam bersama Se Yi.

“jangan. Kalau kau mengikutiku. Aku akan berteriak” bentak Se Yi

Seol Chan melotot.

 Adam membuka pintu gerbangnya. Dan ternyata Se Yi dan Seol Chan. Se Yi memberi salam pada Adam,lalu ia menyikut Seol Chan untuk memberi salam. Dengan terbata-bata Seol Chan memberi salam.
“apa yang kau lakukan disini?” tanya adam

“ dia ingin minta maaf padamu” jawab Se Yi lalu melirik Seol Chan

“maafkan aku” kata Seol Chan seperti tidak tulus untuk meminta maaf.
 Mereka ada di ruangan bawah tanah. Adam marah pada Se Yi dkk karena tak menuruti perintahnya untuk tidak menyentuh apapun dan ternyata mereka menyentuhnya.

Se Yi meminta maaf dan akan membantu Adam untuk membereskannya.

Adam bertanya,kenapa Se Yi datang menemuinya lagi?

Ternyata Se Yi ingin tahu lebih banyak tentang hubungan Ayahnya dan Adam. Sejak kapan kau berteman dengan ayahku?

Adam menjawab kalau ia dan ayahnya berada di band yang sama saat SMA.

Se Yi tak percaya. Benarkah?

“kenapa kau begitu terkejut? Apa ayahmu tidak memberitahumu?

Se Yi menceritakan kalau ia tahu jika ayahnya punya sebuah band saat SMA tapi ayahnya tak pernah mau menceritakannya.berarti kau tahu ibuku juga?

Adam tertegun.

Seol Chan melihat mereka dari luar jendela. Lalu ia menuju ke piano tua yang tak 
terurus.Seol Chan mencoba memainkan piano itu.

“ku dengar ibuku juga satu band denga ayah. Lebih tepatnya ibu menjadi sekretaris band. Choi Kyung. Apa kau mengenalnya?”

Adam mengiyakan

Se yi kegirangan.

 Tiba-tiba ia terdiam saat Adam menanyakan tentang ayahnya.

Dengan sedih,Se Yi menceritakan. “katanya dia kecelakaan mobil. Aku ada di mobil itu juga….

Adam terkejut mendengarnya.

“tapi aku tak mengingat apapun. Dokter bilang kalau aku terlalu ketakutan sampai kehilangan ingatanku. Saat aku bangun dari rumah sakit, pemakaman ayah sudah selesai.”
  Se Yi tak bisa menahan air matanya.

Se Yi bilang kalau ia sangat syok hingga tak bisa bicara. Ia bahkan tak bisa menangis dengan benar. Ibunya membawanya ke Selandia Baru. Disana ada pamannya yang tinggal. Pamannya tinggal di rumah kecil sambil membesarkan domba. Orang-orang tak percaya saat ia bilang kalau ia bisa bicara dengan domba. Ia benar-benar bisa bicara dengan domba.

“tidak apa. Syukurlah aku bisa bicara sekarang” katanya berusaha tersenyum
 Seol Chan mendengarkan cerita Se Yi di balik pintu. Ia menyesal saat ia menyanyikan lagu ayah Se Yi. Dan saat ia minta nomer ayah Se Yi untuk minta maaf. Ia akhirnya sadar,kenapa Se Yi menangis saat ia berada di mobil dengan Seol Chan.

 “apa karena itu kau menangis?”

“tapi kau keterlaluan. Seharusnya kau memberitahuku.kenapa kau terus membuatku menjadi orang jahat? “
“aku bisa gila”
Se Yi mendapat pesan dari Seol Chan saat ia akan pulang dari rumah Adam.

Aku pergi duluan.
 Guru Dok mendapat telepon yang mengatakan kalau Guru Choi tidak dapat tempat untuk latihan.

Guru Dok bertanya pada Se Yi saat Se Yi baru sampai.apakah kau sudah bertanya pada Seol Chan apakah bisa memakai ruang latihan Seol Chan?

Se Yi menjawab kalau Seol Chan mengatakan tidak bisa.

Guru Dok bersikeras untuk bertanya langsung pada Seol Chan. Se Yi mengatakan kalau bibinya akan dapat jawaban yang sama dari Seol Chan.

Se Yi bilang kalau Guru Choi akan mencarikan mereka tempat latihan jadi jangan khawatir.
 Seon Woo yang sedang belajar tiba-tiba ia teringat dengan kelakuan Seol Chan saat meledek keseriusan Seon woo.

Seon woo tersenyum dan bergumam “ jika kau ditendang di tempat yang sama,rasanya sakit sekali”

Apakah Seol Chan pernah membuat Seon woo sakit hati???
 Seol Chan disambut ibunya saat tiba di rumah. Dirumahnya ada teman-teman dari ibunya yang sibuk mempersiapkan sumbangan dari yayasannya untuk panti asuhan.
Mendengarnya,Seol Chan terlihat sedih. Ia bilang kalau ia tak makan bersama ibunya karena ia akan latihan.lalu ia pamit masuk ke dalam kamarnya.
Seol Chan mendapat pesan dari Se Yi. Tidak ada ruang latihan . kita benar-benar tak bisa memakai ruang latihanmu?

Ibu Seol Chan mengetuk pintu kamarnya. Ibunya meminta Seol Chan untuk makan dulu sebelum berangkat latihan.

Seol Chan menolaknya karena ia takkan bisa latihan dance dengan perut terisi.
 Seol Chan dengan ragu-ragu meminta ijin pada ibunya untuk membawa teman-temannya latihan di rumah. Karena mereka memerlukan piano untuk latihan.

Ibunya terkejut.

Seol Cha meminta maaf saat melihat reaksi ibunya.

Ibunya mengatakan kalau tidak apa-apa. Ibunya hanya sedikit terkejut karena sebelumnya Seol Chan tak pernah membawa temannya ke rumah.

“bukan begitu. Aku tidak bisa membuat ibu khawatir karena itu”

“khawatir?” kata ibunya terlihat sedih

“bukan begitu maksudku” kata Seol Chan tersadar kalau perkataannya membuat ibunya sedih
 Ibu Seol Chan keluar dari kamar Seol Chan. ia terasa sesak.

(apa yang terjadi antara Seol Chan dan ibunya? Masih misteri. Jadi susah untuk menunjukkan hubungan antara Seol Chan dan ibunya)

Seol Chan menyesal dengan perkataannya yang membuat ibunya sedih.
Se Yi masih memainkan gitarnya dengan lirih.
 Do Nam sedang bermain game.
Eun Ha sedang sibuk menulis cerita fanficnya tentang idolanya,Seol Chan.
 Seon woo sedang sibuk belajar.
Dan Na Na sedang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan. Ia memperhatikan salah satu butik pakaian.
 Seol Chan masih melamun di dalam mobilnya. manager Hong hanya memperhatikannya saja tanpa bertanya apapun.
 Keesokan paginya. Saat jam olahraga. Seol Chan dan Seon woo bertanding basket.
“sekali lagi kau…” ancam Seon Woo saat akan merebut bola di tangan Seol Chan

“kenapa? Jung seon Woo bertepuk sebelah tangan…bahkan kau memikirkannya sangat memalukan kan? Kau tak perlu mengkhawatirkan itu” kata Seol Chan yang berhasil 
memasukkan bolanya.

“kau tak perlu mengkhawatirkanku” kata Seon woo saat ada di hadapan Seol Chan untuk merebut bola
“aku tak mengkhawatirkanmu. Aku hanya membicarakan teman sebangkuku yang polos. Kau adalah lambang pengkhianatan” jawab Seol Chan

Seon wooo berhasil merebut bola dari tangan Seol Chan tapi ia tak sengaja membuat Sel Chan terjatuh.

Suara pluit terdengar.tanda ada pelanggaran.

“bocah ini” teriak seol Chan kesal
“ada apa? Seon Woo melakukan pelanggaran?” kata Eun Ha tak percaya

Guru Choi membunyikan pluitnya tanda pertandingan usai.

Guru Choi memanggil Seol Chan dkk
‘sampai jumpa nanti’ kata Seon Woo pada se Yi

Eun ha bertanya pada Guru Choi,apakah ia menemukan tempat latihan?

Guru Choi menjawab kalau ia akan segera menemukannya.

“dia pasti takkan menemukannya” gumam eun Ha

“apa kita benar-benar tidak bisa menggunakan ruangan latihanmu?” tanya Se Yi pada Seol Chan
Seol Chan hanya menatap Se Yi dengan kesal

“dia bilang tidak bisa” jawab Eun Ha

Se Yi bilang kalau begitu berlatih di dalam kelas.

Eun Ha menjawab itu tak bisa karena itu akan langsung ada di peringkat 1 di pencarian internet .

Do Nam kesal dan memilih meninggalkan lainnya.
 Seol Chan menyarankan untuk sewa kamar dan ia akan membayar biaya sewanya.

Eun Ha menolak dan mengatakan pasti ada yang melihat seperti ada di kelas.

Kyu Dong memberi saran untuk berlatih di tempat Adam karena disana ada piano juga.
Se Yi terlihat agak ragu untuk mengiyakan.
 Seol Chan dkk mendatangi Adam. Seol Chan berusahan ramah pada Adam.

Se Yi meminta ijin untuk meminjam ruangan di rumah Adam. Hanya beberapa hari saja.

Adam mengatakan kalau piano itu pasti suaranya Fals karena lama ia tak menggunakannya.
 “aku tahu cara memperbaikinya. Meski aku tak punya surat resmi” kata Seol Chan tiba-tiba
Seol Chan juga mengucapkan terima kasih.

“tentang barang lain….”

“kami takkan menyentuhnya. Kami takkan berkeliaran dan mengutak-atik barangmu. Kami hanya perlu mengunci pintu depan dan meninggalkan kuncinya di depan pintu?” kata seol Chan hafal dengan peraturan dari Adam

Adam hanya memandangi Seol Chan tanpa mengatakan apapun ia pergi.
 Kyu Dong memberi selembaran judul lagu yang ia suka pada Seol Chan saat Seol Chan menanyakan mereka pilih lagu yang disukai.
 Ponsel Se Yi berbunyi dan ia membaca pesan. Dan pesannya itu ia tunjukkan pada Seol Chan. ternyata Adam mengirimi pesan pada Se Yi untuk tidak membuat berantakan barang-barangnya.

“kau memberikan nomer ponselmu juga?” tanya Seol Chan
 Seon Woo sedang berjalan menuju tempat lesnya tak sengaja ada seseorang menjatuhkan sebuah peralatan pertunjukkan. Seon woo membantunya.dan ternyata itu adalah kertas yang bertuliskan not lagu.
 “terima kasih. Aku dari Thailand” kata pria itu

Seon Woo hanya tersenyum dan ia melihat peralatan yang dibawa pria itu.ada sebuah kotak yang membuat Seon woo penasaran.


Lalu pria itu menaruh kotak itu di depan alat musiknya dan ia memainkan alat musiknya dan menyanyikan sebuah lagu “You Rise Me Up” dari Josh Groban

Sumpah~~ ini cowok ,senyumnya manis banget.
 Ia melambaikan tangannya pada pria itu untuk berpamitan.

Lalu ia menghentikan langkahnya dan menelepon seseorang.
Seon Wwoo menelepon Se Yi dan mengajaknya keluar karena ia ingin bolos les. Se Yi meminta Seon woo datang ke rumah Adam jika ingin bolos les.

“Hey,kenapa kau ingin mengundang Seon woo kemari” kata Seol Chan tahu Se Yi sedang menelepon Seon Woo. “jangan kemari “ teriak Seol chan
  Seol Chan mengatakan kalau seon woo bukan orang seperti itu,ia takkan datang jika ada seseorang yang memintanya.
Se Yi mengatakan kalau ia akan datang karena Seol Chan melarangnya datang.hahah
 Seon woo akhirnya datang. Ia bilang kalau tempat ini bagus

“apanya yang bagus? Semua mati” ujar Seol Chan kesal
 Seol Chan bilang kalau ia baru saja menyelamatkan piano yang hampir saja mati.

“akhirnya kau belajar menyetem piano? Tapi…kunci G dan B agak fals”komentar Seon Woo saat Seol Chan mencoba piano itu\

“apa yang kau tahu? Apa kau tahu keyboard?”

Seon Woo mengatakan kalau ia lebih paham tentang piano lebih cepat walau ia berpindah ke cello di tengah jalan.
 “kalian sudah kenal lama?” tanya Eun Ha

Na Na menatap Seon Woo

“kami les music bersama” jawab Seon Woo

Seol Chan menyangkalnya
 Seon woo duduk di depan piano.

Seon woo bilang kalau ia tak punya bakat jadi ia berhenti. Tapi Seol Chan berbakat jadi ia terus belajar piano.

Seon Woo mengajak Seol Chan untuk bermain piano bersama.

“seperti dulu?” kata Seon woo

“apa yang kau bicarakan? Apa dulu kita pernah melakukan sesuatu bersama?” kata Seol Chan tak mengakuinya

Seon woo mengatakan mungkin saja Seol Chan lupa tapi kalau ia meski lupa,tangannya akan mengingatnya.

“siapa yang lupa?” kata Seol Chan lalu duduk disebelah seon Woo

“seol Chan mengubah lagu ini agar kami bisa bermain bersama” kata Seon woo
Eun Ha semakin terpesona pada Seol Chan

Mereka berduet bersama memainkan piano itu. membuat Se Yi,Eun Ha,Kyu Dong dan Na Na terkagum-kagum.

 Bahkan Se Yi merekam aksi mereka di ponselnya.

 Semuanya bertepuk tangan. Begitu juga dengan Na Na.

Eun Ha benar-benar heran karean Na Na bisa juga memberi respon.

“berisik” kata Na Na

Eun Ha dan se Yi tertawa mendengarnya.

5 komentar:

Anonymous said...

ai...jdi yg prtma ne comen
tanks mbk sinopsisnya d tngu episode slnjutnya


slm knl tietie

Anonymous said...

Pict nya ko masih ngga ada ku dah bolak balik ni tp msih ngga ada

umma fs said...

loh loh loh, itu backgroundny yg seolchan main piano ma seonwoo ketika remaja ma masa kecilny koq sama? Mksdny p y? :O

Neng Fiiefieen said...

itu maksudnya bayangan mereka berdua waktu memainkan piano bersama dengan judul lagu yg sama.

Winarti Khasanah said...

Sweet bgt mereka akur main piano bareng, jadi tmbah penasaran kisah selanjutnya :)
Merasa sangat terhibur ;)

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian